Akibatnya dr. Rubini bersama istri dan sejumlah tokoh yang dianggap terlibat rencana aksi tersebut diciduk oleh Jepang dan dibantai secara sadis pada 28 Juni 1944 di daerah Mandor.
Peristiwa pembantaian ini dikenal sebagai tragedi mandor.
Untuk menghargai jasa dan dedikasi dr. Rubini kepada bangsa dan negara, maka namanya diabadikan menjadi nama Rumah Sakit Daerah Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat.
Selain itu nama beliau diabadikan pula menjadi nama jalan di Mempawah, kota Pontianak, dan Kota Bandung.
Apa yang dilakukan oleh Dr. dr. H.R. Soeharto dan dr. Rubini telah melampaui tugas pokoknya sebagai dokter pada waktu itu, karena beliau berdua ikut serta dalam setiap periode sejarah bangsa.
Kedua tokoh ini telah memberikan teladan bagi para dokter Indonesia, bahwa seorang dokter tidak hanya sekedar menjadi agent of treatment semata.
Tetapi juga harus terlibat sebagai agent of development bahkan agent of change bagi bangsa dan negaranya.
“Dokter dan tenaga kesehatan yang mengabdi saat ini pun menjadi bagian dari perjuangan nasional," kata Menkes Budi.
Dengan mengikuti perkembangan teknologi, lanjut Menkes Budi, para dokter dan tenaga kesehatan terus berupaya meningkatkan kualitas kesehatan.
"Peningkatan kualitas kesehatan, melalui upaya promotive, preventif, kuratif, peningkatan kapasitas SDM kesehatan, dan pemerataan akses layanan kesehatan di seluruh wilayah Indonesia,” papar Menkes Budi.
Tak hanya tahun 2022 ini, sebelumnya pada 2013, sudah ada dokter yang juga dianugerahi gelar pahlawan nasional, yakni Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Radjiman Wedyodiningrat dari Yogyakarta.***