nasional

Cetak SDM yang Unggul, Presiden Joko Widodo: Guru Dituntut untuk Meningkatkan Kapasitas

Sabtu, 3 Desember 2022 | 23:07 WIB
Presiden Joko Widodo menyampaikan sambutan pada acara puncak peringatan HUT PGRI dan Hari Guru Nasional 2022 di Semarang, Jawa Tengah pada Sabtu, 3 Desember 2022. (Tangkap layar Instagram.com/@sekretariat.kabinet)

Mediapriangan.com - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mendorong para guru untuk meningkatkan kapasitas agar dapat mencetak sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang unggul.

Hal tersebut disampaikan Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada Puncak Peringatan HUT PGRI ke-77 dan Hari Guru Nasional (HGN) 2022, di Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (03/12/2022).

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi mengatakan, di tengah arus perubahan yang sangat cepat, guru dituntut untuk meningkatkan kapasitas, mampu beradaptasi dengan teknologi pendidikan yang semakin canggih.

Baca Juga: Kunjungan Jessica Stern Soal LGBTQI+ Dibatalkan, Berikut Pernyataan Duta Besar AS untuk Indonesia.

Selain itu, lanjut Presiden, guru harus menguasai pengetahuan yang baru, menguasai keterampilan yang baru, yang relevan dengan tantangan dan kebutuhan dunia yang berubah sekarang ini sangat cepat sekali, sangat cepat sekali.

Secara rinci Presiden menyampaikan sejumlah komponen dari SDM unggul. Komponen pertama adalah penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi serta peningkatan keterampilan teknis yang relevan dengan perkembangan zaman.

Presiden menyebutkan, saat ini para guru diberikan kebebasan agar bisa beradaptasi dengan perubahan zaman yang sangat cepat.

Baca Juga: Sosialisasi Perda Tentang Penyelenggaraan Perlindungan Anak, Iis Turniasih: Jamin Terpenuhinya Hak Anak

“Guru pun harus selalu meng-update informasi. Dan, proses yang terpenting dalam pengajaran menurut saya saat ini adalah bagaimana proses pengajaran itu agar anak memiliki daya kritis yang baik, sehingga fleksibilitas itu diperlukan. Tidak kaku, harus fleksibel, karena ilmunya berkembang sangat cepat sekali,” ujarnya.

Komponen kedua, mentalitas dan karakter. Presiden menekankan sikap santun, jujur, budi pekerti yang baik, peduli terhadap sesama, kerja keras, dan mampu bergotong-royong semakin penting untuk diajarkan dan harus terus dibangun.

“Karakter kebangsaan yang kuat, karakter yang Pancasilais, yang moderat, yang toleran, yang tahu mengenai Bhinneka Tunggal Ika, ini juga adalah sebuah keharusan,” tuturnya.

Baca Juga: Pemprov Jawa Barat Luncurkan Pisodapur, Aplikasi Koordinasi untuk Penanggulangan Bencana Cianjur

Komponen ketiga, kesehatan jasmani. Presiden menilai, penguasaan ilmu dan keterampilan yang tinggi yang dimiliki oleh peserta didik akan menjadi sia-sia jika kondisi fisik dan mentalnya tidak sehat.

“Saya ingin mengingatkan untuk kita semuanya, tugas kita adalah mencetak SDM yang unggul, yang unggul prestasi akademiknya, yang unggul keterampilannya, tetapi juga yang unggul karakter sosial dan kebangsaannya, dan unggul pula kesehatan raganya, harus komplet. Ini tugas berat Bapak-Ibu semuanya,” pungkas Jokowi.

Halaman:

Tags

Terkini