2. Pernah Membela Timnas Belanda
Di masa jayanya, Simon Tahamata dikenal sebagai pemain sayap (winger) lincah yang memperkuat Timnas Belanda pada 1979 hingga 1986.
Ia menjalani debutnya saat Belanda menghadapi Argentina di laga ulang tahun FIFA ke-75. Total, Simon mencatatkan 22 caps dan mencetak dua gol bagi Tim Oranje.
Karier klubnya tak kalah mengilap. Ia sempat memperkuat Ajax Amsterdam, Standard Liege, Feyenoord, hingga klub Belgia seperti Germinal Beerschot dan Germinal Ekeren.
3. Berpengalaman Luas di Dunia Kepelatihan
Usai pensiun sebagai pemain pada 1996, Simon langsung beralih ke dunia kepelatihan.
Simon pernah melatih akademi Standard Liege, Germinal Beerschot, dan Ajax Amsterdam. Ia juga sempat melatih di klub Arab Saudi, Al Ahli.
Tak hanya itu, ia mendirikan Simon Tahamata Soccer Academy pada 2015 sebagai bentuk dedikasi untuk membina talenta muda di sepak bola.
Dengan bergabungnya Simon Tahamata sebagai kepala pemandu bakat Timnas Indonesia, publik sepak bola nasional berharap hadirnya bibit-bibit unggul baru yang bisa membawa Garuda terbang lebih tinggi.***
Artikel Terkait
Bus Persik Kediri Dihujani Batu Usai Kalahkan Arema FC di Kanjuruhan, Tragedi Kembali Bayangi Stadion!
Bus Persik Dilempari Oknum Suporter Arema FC, PT LIB Turun Tangan dan Komdis PSSI Siap Jatuhkan Sanksi Tegas
Bis Persik Kediri Dilempari Batu Seusai Laga Kontra Arema, Pihak Arema FC Akui Tak Mampu Kendalikan Oknum Suporter
Kluivert Pimpin Timnas Indonesia Hadapi China dan Jepang! Ragnar Absen, Ini Update Jelang Kualifikasi Piala Dunia
Kluivert Panggil 32 Pemain Timnas Jelang Menjamu China, Elkan Baggot Dicoret! Netizen Heboh, Ngapain di Bali?
Comeback Lilipaly di Era Kluivert! 3 Fakta Menarik Sang Motor Serangan Garuda Usai Absen Panjang dari Timnas