Mediapriangan.com - Performa Red Sparks pada musim Liga Voli Korea 2025-2026 dinilai belum menunjukkan perbaikan signifikan sejak ditinggal Megawati Hangestri Pertiwi. Tim asal Daejeon tersebut kembali menelan hasil negatif pada laga terakhir putaran ketiga fase reguler Liga Voli Korea, Minggu 28 Desember 2025.
Dalam pertandingan tandang ke markas Hwaseong IBK Altos di Hwaseong Indoor Gymnasium, Red Sparks harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor 1-3. Meski telah kembali diperkuat kapten Yeum Hye-seon yang pulih dari cedera, tim besutan Ko Hee-jin belum mampu keluar dari tren buruk di Liga Voli Korea.
Kekalahan tersebut menjadi yang keempat secara beruntun bagi Red Sparks sejak kemenangan terakhir atas Gwangju AI Pepper Savings Bank. Rentetan hasil ini membuat posisi Red Sparks kian terpuruk di papan bawah klasemen sementara Liga Voli Korea, dengan menempati peringkat ketujuh.
Situasi ini mendapat sorotan dari media Korea Selatan, News1, yang menilai penurunan performa Red Sparks tidak terlepas dari kepergian Megawati Hangestri. Kehilangan Megawati, ditambah hengkangnya Vanja Bukilic serta pensiunnya Pyo Seung-ju, disebut membuat kekuatan tim menurun drastis di Liga Voli Korea musim ini.
Megawati Hangestri Pertiwi sebelumnya menjadi bagian penting dari kekuatan Red Sparks dalam dua musim terakhir. Bersama Bukilic dan Pyo Seung-ju, Megawati Hangestri membentuk trisula mematikan yang membawa Red Sparks tampil kompetitif di Liga Voli Korea musim lalu.
"Kekuatan Red Sparks diperkirakan akan melemah, dengan kehilangan Megawati dan Bukilic, yang keduanya merupakan pemain kunci mereka musim lalu, dan pensiunnya striker domestik Pyo Seung-ju," tulis News1.
Baca Juga: Update Daftar Pemain Gresik Petrokimia Proliga 2026, Kekuatan Tim Kian Solid Hadapi Persaingan Elite
Manuver Red Sparks dengan mendatangkan pemain baru juga dinilai belum membuahkan hasil. Keputusan mencoret Wipawee Srithong dan merekrut Jamiyanpurev Enkhsoyol dari Mongolia justru memunculkan persoalan baru di Liga Voli Korea. Enkhsoyol dinilai memiliki kekuatan serangan, namun lemah dalam aspek receive dan servis.
Kondisi tersebut membuat Yeum Hye-seon bekerja lebih keras sebagai setter. Berbeda dengan musim lalu saat Megawati Hangestri masih memperkuat Red Sparks, opsi serangan kini jauh lebih terbatas di Liga Voli Korea.
"Kembalinya Hye-seon yang berpengalaman diharapkan menjadi dorongan signifikan bagi Red Sparks, tetapi tim tersebut belum memenuhi harapan," tulis News1.
"Mereka juga mendatangkan pemain asing baru dari kuota Asia, Enkhsoyol asal Mongolia untuk menggantikan Wipawee Srithong, yang juga mengalami cedera."
Artikel Terkait
Rumor Megawati Hangestri Balik ke Red Sparks Menguat, Sistem Free Agent Jadi Penentu Akhir
Red Sparks Terpuruk, Dampak Kepergian Megawati Hangestri Mengemuka di Liga Voli Korea Musim 2025
Red Sparks Coret Wipawee Srithong, Rekrut Inkushi sebagai Pengganti Kuota Asia Liga Voli Korea, Ini Profilnya
Megawati Hangestri Siap Bela Jakarta Pertamina Enduro di Proliga 2026, Ungkap Kerinduan Reuni Dengan Red Sparks
Media Korea Pastikan Mega Kembali ke Red Sparks Usai Proliga 2026, Ini Respons Megawati Hangestri
Fakta Megawati Hangestri Dirindukan Fans Red Sparks, Dampaknya Terasa di Liga Voli Korea Musim Ini