Hidrometeorologi Simpan Potensi Risiko Bencana Alam yang Tidak Kecil, Bupati Tasikmalaya: Minta Semua Waspada

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Sabtu, 10 Desember 2022 | 06:20 WIB
Bupati Tasikmalaya saat melepas personel BPBD Kabupaten Tasikmalaya untuk membantu warga yang terkena dampak gempa bumi Cianjur Jawa Barat, Selasa 22 November 2022. (Tangkap Layar Instagram.com/@pemkabtasik)
Bupati Tasikmalaya saat melepas personel BPBD Kabupaten Tasikmalaya untuk membantu warga yang terkena dampak gempa bumi Cianjur Jawa Barat, Selasa 22 November 2022. (Tangkap Layar Instagram.com/@pemkabtasik)

 

Mediapriangan.com - Bupati Tasikmalaya, Ade Sugianto mengemukakan, Kabupaten Tasikmalaya sebagai salah satu wilayah rawan bencana di indonesia, khususnya bencana hidrometeorologi.

Bencana hidrometeorologi itu diakibatkan efek cuaca ekstrem seperti banjir, puting beliung, angin kencang, curah hujan, longsor dan bencana cuaca ektrem lainnya.

Dia menyebutkan, luas wilayah Kabupaten Tasikmalaya mencapai 2.551,19 kilo meter atau ke-4 terluas di Jawa Barat, dengan jumlah penduduknya 1,8 juta jiwa.

Baca Juga: Hadiri Peringatan Maulid Nabi, Bupati Tasikmalaya: Untuk Tingkatkan Ketaqwaan dan Wadah Silaturahmi Masyarakat

Bentangan luas wilayah seperti itu, Kabupaten Tasikmalaya dengan segala kondisinya, baik pada sisi geografis, geologis, hidrologis dan demografis, menyimpan potensi risiko bencana alam yang tidak kecil.

"Pada kondisi seperti ini, kewaspadaan dan soliditas bersama semua pihak, menjadi kunci utama menghadapi ancaman risiko bencana dalam menyongsong Tasikmalaya tangguh dan tumbuh," ujar Ade Sugianto, Sabtu 10 Desember 2022.

Dia meminta seluruh perangkat Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya, berkomitmen untuk dapat bahu-membahu menyatukan langkah dan mengedepankan penguatan aspek mitigasi bencana, sebagai wujud konkret untuk melindungi seluruh masyarakat di wilayah kabupaten ini.

Baca Juga: Momentum Peringatan Hari Pahlawan 2022, Bupati Tasikmalaya: Perjuangan Besar Menaklukkan Kelangkaan Pangan

"Kami terus mendorong agar semua pihak terkait, untuk dapat menyiapkan kader-kader yang mumpuni dalam hal mitigasi dan pemetaan rawan bencana," kata Ade Sugianto.

Mitigasi dan pemetaan bencana itu terang dia, meliputi pendataan, pemeriksaan dan analisis status daerah bencana/rawan bencana beserta bangunan fisiknya.

"Semua itu sebagai bahan pembelajaran langkah-langkah pencegahan dan deteksi dini," ucap Ade.

Baca Juga: Bupati Tasikmalaya Beri Pengarahan Pada Pengayaan PPPK, Jadilah Pembawa Perubahan di lingkungan Pemerintah

Lebih jauh, orang nomor satu di Kabupaten Tasikmalaya ini menegaskan, tugas dan fungsi Badan Penanggulangan Bencana Daerah juga tidak dapat dipandang sebelah mata dalam hal kapabilitasnya ketika menangani persoalan kebencanaan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X