Mediapriangan.com - Pertumbuhan penjualan dan ekspansi ke pasar internasional menjadi tantangan tersendiri bagi produsen otomotif, termasuk Chery. Di tengah persaingan menghadirkan mobil berfitur modern dengan harga kompetitif, konsistensi kualitas produksi tetap menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan konsumen.
Persoalan itu kembali mendapat perhatian setelah Chery Omoda 5 dikaitkan dengan insiden patahnya komponen as roda belakang di Malaysia pada Oktober 2026.
Peristiwa tersebut memicu perhatian terhadap aspek keselamatan kendaraan, termasuk pengawasan kualitas komponen yang digunakan dalam proses produksi.
Laporan Autoblog yang ditinjau pada Rabu (21/10/2026) menyebut Malaysia menghentikan pendaftaran Chery Omoda 5 setelah kegagalan komponen belakang tersebut menjadi perhatian publik. Penyelidikan keselamatan dan penarikan kembali kendaraan turut menjadi bagian dari perkembangan kasus itu.
"Malaysia menghentikan pendaftaran Chery Omoda 5 setelah kegagalan as roda belakang yang viral memicu penyelidikan keselamatan secara menyeluruh dan penarikan kembali (recall) SUV buatan Tiongkok tersebut di seluruh negeri. Meskipun para analis berpendapat bahwa permintaan pembeli yang tinggi akan terus mendorong kendaraan berharga terjangkau ini ke pasar internasional, insiden seperti recall di Malaysia membuktikan satu poin krusial: harga yang sangat terjangkau tidak boleh mengorbankan integritas struktural dasar kendaraan di jalan raya." tulis laporan Autoblog yang dilihat Rabu (21/10/2026).
Kualitas Komponen Menjadi Tantangan di Tengah Ekspansi
Chery memperluas jangkauan pasarnya dengan menawarkan kendaraan yang mengandalkan desain modern, fitur beragam, dan harga kompetitif.
Namun, pertumbuhan bisnis otomotif tidak hanya ditentukan oleh kecepatan peluncuran model atau peningkatan kapasitas produksi.
Pengendalian mutu atau quality control perlu diterapkan secara konsisten sejak pemilihan bahan, proses manufaktur, hingga pemeriksaan akhir sebelum kendaraan diserahkan kepada konsumen.
Pada komponen struktural seperti as roda belakang, ketepatan spesifikasi material, kualitas pengerjaan, dan kekuatan sambungan menjadi bagian penting yang harus diperhatikan.
Apabila ditemukan indikasi kegagalan, penyebabnya perlu ditelusuri melalui pemeriksaan teknis untuk memastikan apakah persoalan berasal dari komponen, proses produksi, atau faktor lain.
Pengawasan terhadap pemasok pihak ketiga juga menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas kendaraan. Produsen perlu memastikan setiap komponen yang masuk ke lini produksi memenuhi standar teknis dan keselamatan yang telah ditetapkan.