Ban Mobil Kurang atau Kelebihan Angin Bisa Picu Bahaya, Ini Cara Cek Tekanan PSI yang Tepat

photo author
Didit Fauzi Hendrian, Media Priangan
- Senin, 12 Oktober 2026 | 13:22 WIB
Pemeriksaan tekanan angin ban mobil perlu dilakukan rutin untuk menjaga keselamatan berkendara, mencegah keausan, dan memastikan tekanan PSI sesuai standar. (Dok. NKRI24Jam)
Pemeriksaan tekanan angin ban mobil perlu dilakukan rutin untuk menjaga keselamatan berkendara, mencegah keausan, dan memastikan tekanan PSI sesuai standar. (Dok. NKRI24Jam)

 

JAKARTA, Mediapriangan.com - Kondisi ban mobil tidak cukup dinilai dari tampilannya. Ban yang terlihat normal belum tentu memiliki tekanan udara sesuai standar, padahal kekurangan maupun kelebihan angin dapat memengaruhi keselamatan berkendara, kenyamanan, hingga konsumsi bahan bakar.

Karena itu, pemeriksaan tekanan angin ban perlu menjadi bagian dari perawatan rutin kendaraan, bukan hanya dilakukan ketika ban terlihat kempis atau mobil mulai terasa tidak stabil.

National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), lembaga keselamatan lalu lintas jalan raya Amerika Serikat, mengingatkan pentingnya menjaga tekanan ban sesuai rekomendasi pabrikan. Pemeriksaan secara berkala juga diperlukan sebelum kendaraan digunakan untuk perjalanan jauh.

“Pemeriksaan tekanan ban setidaknya dilakukan sebulan sekali dan sebelum melakukan perjalanan jauh. Selalu gunakan angka rekomendasi pabrikan sebagai acuan utama,” tulis situs resmi NHTSA yang diakses Minggu (11/10/2026).

Baca Juga: Incar Pajero Sport atau Fortuner Bekas? Cek 7 Bagian Ini Sebelum Membeli agar Tak Boncos

Ban Kurang Angin Berisiko Panas dan Pecah

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan pengemudi adalah menunggu ban terlihat kempis sebelum menambah tekanan udara. Padahal, penurunan tekanan tidak selalu mudah dikenali hanya dengan melihat bentuk ban.

Saat tekanan angin ban berada di bawah standar, bagian samping ban atau sidewall mengalami tekukan lebih besar ketika roda berputar. Kondisi ini meningkatkan panas di dalam ban dan dapat mempercepat kerusakan struktur internal.

Risiko tersebut semakin perlu diperhatikan ketika mobil melaju dengan kecepatan tinggi atau membawa beban berat. Dalam kondisi tertentu, panas berlebih dapat meningkatkan kemungkinan kerusakan hingga pecah ban.

Baca Juga: Honda NWZ150 Meluncur di China, Skutik 150 Cc Ini Punya Mild Hybrid, Kamera Ganda hingga Windshield Elektrik

Tekanan yang terlalu rendah juga bisa menyebabkan telapak ban lebih cepat aus pada bagian tepi. Selain itu, respons kemudi dapat berubah sehingga pengemudi lebih sulit mempertahankan kendali, terutama saat mengerem mendadak atau melewati jalan licin.

Sebaliknya, tekanan angin ban yang terlalu tinggi juga tidak disarankan. Ban yang terlalu keras dapat mengurangi bidang kontak karet dengan permukaan jalan, membuat perjalanan terasa lebih kasar, serta mempercepat keausan pada bagian tengah telapak ban.

Menjaga tekanan sesuai standar menjadi langkah penting untuk mempertahankan daya cengkeram dan kestabilan kendaraan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: Didit Fauzi Hendrian

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X