Mediapriangan.com - Masalah pada mobil listrik Geely EX2 yang baru digunakan selama beberapa hari berujung pada somasi dari pemiliknya. Setelah berulang kali gagal mengisi daya di sejumlah stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) maupun menggunakan pengisi daya portabel di rumah, baterai utama kendaraan tersebut dinyatakan rusak dan harus diganti.
Pengalaman itu dibagikan oleh pengguna akun Threads @heryanfygunawan melalui sebuah utas yang diunggah pada Selasa (20/10/2026). Pemilik mengaku kecewa karena kendaraan yang dibeli untuk menunjang kebutuhan keluarga justru mengalami masalah ketika baru memasuki masa awal pemakaian.
Dalam unggahannya, ia menceritakan telah menjual mobil lama untuk membantu membayar uang muka Geely EX2. Kendaraan listrik tersebut dipilih dengan pertimbangan efisiensi dan kenyamanan untuk penggunaan sehari-hari.
"Pertimbangan awal semata-mata untuk efisiensi dan kenyamanan, namun ternyata di balik kecanggihan sebuah produk mobil listrik, ada resiko lain yang dapat terjadi diawal pemakaian.. kejadian seperti ini mungkin tidak banyak," tulis akun tersebut yang dilihat Rabu (21/10/2026).
Baca Juga: Bujet Rp150 Juta, Pilih Avanza Bekas atau Mobil Listrik Baru? Ini Perbedaan Biaya dan Kepraktisannya
Kronologi Geely EX2 gagal mengisi daya
Persoalan bermula setelah pemilik menandatangani Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) pada Sabtu (5/9/2026), dengan total uang muka sekitar Rp128 juta. Mobil listrik Geely EX2 itu baru diserahterimakan kepada pemilik pada Senin (5/10/2026).
Tiga hari kemudian, Kamis (8/10/2026), masalah mulai terlihat ketika mobil menjalani pengisian daya pertama di SPKLU. Pemilik menggunakan voucher yang diberikan tenaga penjual. Pengisian baterai dari 30 persen hingga 85 persen memerlukan waktu lebih dari satu jam.
Menurut penuturannya, durasi tersebut jauh lebih lama dibandingkan kendaraan listrik lain yang sedang mengisi daya di lokasi yang sama. Pengalaman pertama itu menjadi indikasi awal adanya persoalan pada sistem pengisian mobil listrik Geely tersebut.
Gangguan lebih serius terjadi pada Minggu (11/10/2026). Saat mencoba mengisi daya di beberapa SPKLU berbeda, baterai yang tersisa sekitar 30 persen tidak dapat diisi. Upaya berikutnya di rumah juga tidak membuahkan hasil meskipun daya baterai tinggal 12 persen dan pemilik menggunakan pengisi daya portabel bawaan kendaraan.
Kondisi tersebut membuat mobil tidak dapat diandalkan untuk pemakaian normal. Pada Senin (12/10/2026), kendaraan akhirnya dibawa menggunakan layanan Emergency Road Assistant (ERA) ke bengkel diler untuk diperiksa.
Baterai utama dinyatakan rusak
Artikel Terkait
Mobil Overheat Saat Macet? Jangan Langsung Buka Radiator, Ini 5 Langkah Aman untuk Menyelamatkan Mesin
OMODA X Debut Global 20 Oktober 2026, Desain Crossover Ini Gabungkan Gaya Sport dan Off-Road
Harga Mobil Listrik BYD Oktober 2026 Melonjak, Seal Naik Rp230 Juta dan Sealion 7 Rp250 Juta
Honda NWZ150 Meluncur di China, Skutik 150 Cc Ini Punya Mild Hybrid, Kamera Ganda hingga Windshield Elektrik
Incar Pajero Sport atau Fortuner Bekas? Cek 7 Bagian Ini Sebelum Membeli agar Tak Boncos
Ban Mobil Kurang atau Kelebihan Angin Bisa Picu Bahaya, Ini Cara Cek Tekanan PSI yang Tepat