Baru 6 Hari Dipakai, Geely EX2 Gagal Isi Daya hingga Baterai Dinyatakan Rusak, Pemilik Layangkan Somasi

photo author
Didit Fauzi Hendrian, Media Priangan
- Kamis, 22 Oktober 2026 | 19:56 WIB
Geely EX2 milik konsumen dilaporkan mengalami kegagalan pengisian daya setelah enam hari pemakaian, hingga baterai utama dinyatakan rusak. (Dok. Geely Auto Indonesia)
Geely EX2 milik konsumen dilaporkan mengalami kegagalan pengisian daya setelah enam hari pemakaian, hingga baterai utama dinyatakan rusak. (Dok. Geely Auto Indonesia)

 

Mediapriangan.com - Masalah pada mobil listrik Geely EX2 yang baru digunakan selama beberapa hari berujung pada somasi dari pemiliknya. Setelah berulang kali gagal mengisi daya di sejumlah stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) maupun menggunakan pengisi daya portabel di rumah, baterai utama kendaraan tersebut dinyatakan rusak dan harus diganti.

Pengalaman itu dibagikan oleh pengguna akun Threads @heryanfygunawan melalui sebuah utas yang diunggah pada Selasa (20/10/2026). Pemilik mengaku kecewa karena kendaraan yang dibeli untuk menunjang kebutuhan keluarga justru mengalami masalah ketika baru memasuki masa awal pemakaian.

Dalam unggahannya, ia menceritakan telah menjual mobil lama untuk membantu membayar uang muka Geely EX2. Kendaraan listrik tersebut dipilih dengan pertimbangan efisiensi dan kenyamanan untuk penggunaan sehari-hari.

"Pertimbangan awal semata-mata untuk efisiensi dan kenyamanan, namun ternyata di balik kecanggihan sebuah produk mobil listrik, ada resiko lain yang dapat terjadi diawal pemakaian.. kejadian seperti ini mungkin tidak banyak," tulis akun tersebut yang dilihat Rabu (21/10/2026).

Baca Juga: Bujet Rp150 Juta, Pilih Avanza Bekas atau Mobil Listrik Baru? Ini Perbedaan Biaya dan Kepraktisannya

Kronologi Geely EX2 gagal mengisi daya

Persoalan bermula setelah pemilik menandatangani Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) pada Sabtu (5/9/2026), dengan total uang muka sekitar Rp128 juta. Mobil listrik Geely EX2 itu baru diserahterimakan kepada pemilik pada Senin (5/10/2026).

Tiga hari kemudian, Kamis (8/10/2026), masalah mulai terlihat ketika mobil menjalani pengisian daya pertama di SPKLU. Pemilik menggunakan voucher yang diberikan tenaga penjual. Pengisian baterai dari 30 persen hingga 85 persen memerlukan waktu lebih dari satu jam.

Menurut penuturannya, durasi tersebut jauh lebih lama dibandingkan kendaraan listrik lain yang sedang mengisi daya di lokasi yang sama. Pengalaman pertama itu menjadi indikasi awal adanya persoalan pada sistem pengisian mobil listrik Geely tersebut.

Gangguan lebih serius terjadi pada Minggu (11/10/2026). Saat mencoba mengisi daya di beberapa SPKLU berbeda, baterai yang tersisa sekitar 30 persen tidak dapat diisi. Upaya berikutnya di rumah juga tidak membuahkan hasil meskipun daya baterai tinggal 12 persen dan pemilik menggunakan pengisi daya portabel bawaan kendaraan.

Kondisi tersebut membuat mobil tidak dapat diandalkan untuk pemakaian normal. Pada Senin (12/10/2026), kendaraan akhirnya dibawa menggunakan layanan Emergency Road Assistant (ERA) ke bengkel diler untuk diperiksa.

Baca Juga: Hazard Saat Hujan hingga LED Menyilaukan, Pakar Ungkap Kesalahan Fitur Keselamatan Mobil yang Bisa Berbahaya

Baterai utama dinyatakan rusak

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: Didit Fauzi Hendrian

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X