otomotif

Honda CBR600RR 2027 Dapat Rem Warisan Fireblade, Mesin 121 PS Tetap Dipertahankan dengan Elektronik Canggih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 10:25 WIB
Honda CBR600RR 2027 mengusung kaliper rem Nissin dari Fireblade, mesin 599 cc bertenaga 121 PS, serta panel TFT 5 inci dengan fitur elektronik modern. (Instagram/second.gear.id)

Rem Nissin Diadopsi dari Honda Fireblade

Peningkatan sistem pengereman menjadi salah satu pembeda Honda CBR600RR 2027. Motor ini menggunakan kaliper depan Nissin radial-mount empat piston yang berasal dari Honda Fireblade, dipadukan dengan cakram depan berdiameter 310 mm.

Penggunaan komponen tersebut ditujukan untuk mendukung pengereman dan kontrol kendaraan, terutama ketika motor digunakan pada kecepatan tinggi atau dalam kondisi berkendara agresif di sirkuit.

Sistem ABS juga menyediakan tiga pilihan pengaturan, yaitu Standard, Track, dan Race. Pilihan tersebut memungkinkan karakter pengereman disesuaikan dengan kebutuhan pengendara dan kondisi penggunaan.

Untuk menopang pengendalian, Honda tetap mempertahankan suspensi depan Showa Big Piston Fork berdiameter 41 mm yang dapat disetel. Bagian belakang menggunakan suspensi Showa Unit Pro-Link.

Rangka twin-spar berbahan aluminium dan lengan ayun aluminium masih menjadi fondasi utama motor ini. Honda Electronic Steering Damper juga dipertahankan untuk membantu menjaga kestabilan kemudi sesuai kondisi berkendara.

Baca Juga: BYD M6 Terguling di Underpass Mampang Jakarta Selatan, Diduga Hantam Pembatas Jalan, Kondisi Pengemudi Belum Diketahui

Teknologi Elektronik Membantu Mengendalikan Performa

Selain peningkatan mekanis, Honda CBR600RR 2027 tetap mengandalkan paket elektronik untuk membantu pengendara mengelola tenaga mesin.

Sistem throttle-by-wire mengatur respons gas secara elektronik, sedangkan Bosch IMU enam sumbu memantau pergerakan dan posisi motor.

Data dari sensor tersebut digunakan untuk mendukung kerja sejumlah sistem, termasuk kontrol traksi, Cornering ABS, dan pengendalian pengangkatan roda belakang saat pengereman.

Sistem ini dirancang untuk membantu menjaga kestabilan kendaraan ketika menghadapi perubahan kecepatan maupun sudut kemiringan.

Honda Selectable Torque Control menyediakan sembilan tingkat pengaturan dan opsi untuk menonaktifkan sistem. Pengendara juga memperoleh tiga mode berkendara bawaan serta dua mode yang dapat dikustomisasi.

Melalui pengaturan tersebut, karakter tenaga, engine brake, wheelie control, dan kontrol traksi bisa disesuaikan dengan preferensi pengendara. Pendekatan ini memberi keleluasaan dalam menyesuaikan respons motor untuk penggunaan di jalan raya maupun lintasan balap.

Baca Juga: BYD Digugat Rp9,5 Triliun soal Merek Denza, Nama Diubah Jadi DANZA tetapi Sengketa Hukum Berlanjut

Halaman:

Tags

Terkini