otomotif

BBM Langka Bikin Antrean SPBU Mengular, Ini 5 Cara Hemat Bensin Motor agar Tidak Cepat Habis

Jumat, 23 Oktober 2026 | 10:54 WIB
BBM langka membuat pengendara motor harus mengantre di SPBU. Atur tarikan gas, periksa tekanan ban, dan pilih rute efisien agar bensin lebih hemat. (Dok. Instagram)

 

Mediapriangan.com - Antrean panjang di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) menjadi tantangan bagi pengendara sepeda motor ketika pasokan BBM sulit diperoleh di sejumlah wilayah, termasuk Bali.

Dalam kondisi tersebut, mengatur konsumsi bahan bakar menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan agar motor tidak terlalu sering mengisi bensin.

Kebiasaan berkendara dan kondisi kendaraan berpengaruh terhadap jumlah bahan bakar yang digunakan. Karena itu, penghematan tidak hanya bergantung pada jenis motor, tetapi juga cara pengendara mengoperasikan dan merawat kendaraannya.

Baca Juga: Hero Xtreme 160R 4V Harga Rp24 Jutaan Tantang Yamaha MT-15, Fitur Canggihnya Bikin Perbandingan Makin Menarik

PT Astra Honda Motor (AHM) mengingatkan pentingnya perawatan rutin serta kebiasaan menggunakan bahan bakar secara bijak.

"Perlu diketahui, borosnya bahan bakar motor itu bisa disebabkan oleh ulah kita sendiri. Selain melakukan perawatan kendaraan yang rutin, perlu diketahui cara menghemat bahan bakar agar berkendara semakin nyaman dan konsumsi bensin lebih irit. Gunakanlah bahan bakar dengan bijak, " tulis PT Astra Honda Motor (AHM) dalam situs resminya yang diakses Kamis (22/10/2026).

Ada lima langkah yang dapat diterapkan pengendara untuk membantu mengurangi konsumsi bensin dalam aktivitas sehari-hari.

Baca Juga: Honda CBR600RR 2027 Dapat Rem Warisan Fireblade, Mesin 121 PS Tetap Dipertahankan dengan Elektronik Canggih

1. Hindari Memutar Gas secara Mendadak

Kebiasaan membuka dan menutup gas secara agresif dapat meningkatkan konsumsi bahan bakar. Akselerasi mendadak membuat mesin membutuhkan lebih banyak tenaga dibandingkan ketika kecepatan ditambah secara bertahap.

Pengendara sebaiknya memutar tuas gas dengan halus dan menjaga kecepatan tetap stabil sesuai kondisi jalan. Kecepatan 40 hingga 60 kilometer per jam dapat menjadi acuan dalam kondisi yang memungkinkan, tetapi bukan angka mutlak karena konsumsi BBM juga dipengaruhi karakter mesin, lalu lintas, dan kondisi perjalanan.

Cara berkendara yang lebih konsisten membantu mengurangi perubahan putaran mesin yang tidak diperlukan, terutama ketika melintasi jalan perkotaan.

Baca Juga: Royal Enfield Classic 650 Hypershift Dibanderol Rp268 Juta, Cat Berubah Warna dan Hanya Ada 17 Unit di Indonesia

Halaman:

Tags

Terkini