"Kami juga berkoordinasi dengan dinas terkait di kabupaten dan pemerintah provinsi, agar objek wisata ini kembali ditata dan dibenahi. Karena tanahnya milik pihak Pengelola Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Jawa Barat, sehingga untuk pengembangan objek wisata Situ Sanghyang ini, harus ada koordinasi dulu dengan dinas-dinas tersebut," tutur Usep Gunawan.
Baca Juga: Hari Kesadaran Stres 2022, Jadi Lebih Sadar Akan Dampaknya Bagi Kesehatan. Simak Cara Merayakannya
Koordinator Pengelola Objek Wisata Situ Sanghyang, Rustandi mengatakan, pasca pandemi Covid-19 mulai surut, tingkat kunjungan wisatawan secara perlahan mulai meningkat.
"Saat ini mulai ada peningkatan jumlah kunjungan. Meskipun wisatawannya kebanyakan warga lokal atau sekitar Tanjungjaya dan sekitarnya dengan jumlah kurang dari 50 orang per harinya," kata Rustandi.
Dia menuturkan, tidak adanya fasilitas tambahan dan wahana yang menjadi daya tarik pengunjung di situ ini, menjadi salah satu alasan mendasar kenapa wisatawan memilih objek wisata lain.
"Apalagi saat ini, beberapa fasilitas yang ada seperti gazebo, pagar hingga perahu wisata dalam keadaan rusak dan tidak terawat," ujar Rustandi.
Dia berharap, pemerintah melakukan sentuhan-sentuhan terbaik, agar objek wisata Situ Sanghyang ini kembali diminati para wisatawan.***
Artikel Terkait
Wakil Ketua DPRD Jabar Ineu Purwadewi Sundari beserta Komisi IV DPRD Jabar saat melakukan kunjungan lapangan di lokasi Revitalisasi Situ Ciburuy
Pemprov Jabar Siap Revitalisasi Kawasan Objek Wisata Situ Gede Kota Tasikmalaya
Objek Wisata Kujang Sapasang dan Taman Bunga Bakal Jadi Icon Sumedang
Libur lebaran 2022, DPRD Jabar Soroti Kemacetan di Jalur Menuju Objek Wisata
Di Atas Hamparan Air Situ Sanghyang, Bendera Merah Putih Berkibar Di Tengah Prosesi Upacara Hari Sumpah Pemuda