Update Terkini Dugaan Keracunan Makanan di Kabupaten Garut, Korban Meninggal Bertambah Satu Orang

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Jumat, 13 Oktober 2023 | 10:59 WIB
Kepala Dinkes Kabupaten Garut Dr. Leli Yuliani memberikan update terbaru mengenai dugaan keracunan makanan di Kecamatan Cilawu pada Kamis, 12 Oktober 2023.   (Diskominfo Garut)
Kepala Dinkes Kabupaten Garut Dr. Leli Yuliani memberikan update terbaru mengenai dugaan keracunan makanan di Kecamatan Cilawu pada Kamis, 12 Oktober 2023. (Diskominfo Garut)

 

Mediapriangan.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut memberikan update terbaru mengenai dugaan keracunan makanan di Kecamatan Cilawu pada Kamis, 12 Oktober 2023, pukul 20.00 WIB.

Jumlah kasus dugaan keracunan makanan di Kabupaten Garut ini, terus meningkat, mencapai total 54 orang yang terdampak.

Kepala Dinkes Kabupaten Garut Dr. Leli Yuliani menjelaskan bahwa dari Kecamatan Cilawu, sebanyak 42 orang diduga mengalami keracunan makanan.

Baca Juga: Kasus Keracunan Makanan di Kabupaten Garut, 2 Meninggal, 39 Orang Dirawat, Sate Jebred Sementara Jadi Penyebab

"Dari jumlah tersebut, 2 orang masih dalam perawatan, dan 38 orang telah dipulangkan. Sayangnya, 2 orang dari Kecamatan Cilawu dilaporkan meninggal dunia," katanya, pada Jumat, 13 Oktober 2023.

Sementara itu, dari Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, terdapat 12 orang yang terkena dampak.

"Dari jumlah tersebut, 2 orang masih dalam perawatan, dan 9 orang telah pulang. Namun, satu orang dari Kecamatan Cigalontang juga telah meninggal," jelasnya.

Baca Juga: Diduga Keracunan Makanan, Puluhan Warga Kabupaten Tasikmalaya Alami Muntah-Muntah

Dr. Leli menjelaskan kasus ketiga, yang melibatkan seorang wanita berinisial R (35).

Pada Sabtu 7 Oktober 2023, sekitar pukul 09.00 WIB, korban dan keluarganya mengonsumsi sate jebred. Pada malam harinya, korban merasakan mual dan ketidaknyamanan perut.

"Keesokan harinya sekitar pukul 08.00 klien mual, muntah diare, mencret, dan lemas. Pada Senin pagi pukul 03.00 WIB klien merasakan keluhan semakin bertambah dan dibawa ke RS TNI Guntur," terangnya.

Baca Juga: Ratusan Warga Sukaraja Tasikmalaya Keracunan Jamuan Syukuran Haji

"Pada Selasa pagi dini hari tanggal 11 Oktober 2023 sekitar pukul 02.00 WIB pasien mengalami perburukan dan meninggal," tambah dr. Leli.

Berdasarkan Rapid Health Assessment, dari 54 orang yang diduga mengalami keracunan, hampir 98.1% atau sekitar 53 orang mengalami gejala diare.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X