"Garut memiliki Sumber Daya Manusia yang cukup baik, sehingga saya yakin penyelesaiannya akan lebih cepat dibandingkan dengan kabupaten/kota lainnya," harapnya.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Garut, Asep Surachman, menyambut baik inisiatif ini.
Kabupaten Garut saat ini menghadapi potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) dari penyakit Difteri, Pertusis, dan Campak.
Dokumen ini diharapkan dapat memberikan arahan yang lebih terarah dalam penanganan kasus-kasus kesehatan masyarakat di masa mendatang.
"Hari ini kami mengundang berbagai sektor untuk bersama-sama menyusun rencana kontijensi terkait dengan kedaruratan kesehatan masyarakat," tandasnya.***
Artikel Terkait
Kasus Keracunan Makanan di Kabupaten Garut, 2 Meninggal, 39 Orang Dirawat, Sate Jebred Sementara Jadi Penyebab
Update Terkini Dugaan Keracunan Makanan di Kabupaten Garut, Korban Meninggal Bertambah Satu Orang
DKP Kabupaten Garut Meriahkan Hari Pangan Sedunia 2023, Masyarakat Serbu Event GPM 2023
Diskominfo Kabupaten Garut Terima Kunjungan BSSN, Perkuat Kerjasama Dalam Menghadapi Ancaman Terorisme
Puncak Peringatan Hari Santri Nasional 2023 di Kabupaten Garut, Bupati dan Wakil Bupati Jadi Inspektur Upacara