Penilaian kepatuhan mencakup empat dimensi penilaian, termasuk dimensi input dengan variabel penilaian kompetensi pelaksana dan pemenuhan sarana prasarana pelayanan.
Dimensi proses melibatkan variabel standar pelayanan, sementara dimensi output mencakup penilaian persepsi maladministrasi. Terakhir, dimensi pengaduan mencakup variabel pengelolaan pengaduan.
Dalam sambutannya, Ketua Ombudsman RI, Mokhammad Najih, menyatakan apresiasi atas komitmen para penyelenggara pelayanan publik.
"Peningkatan ini menunjukkan komitmen kuat untuk terus meningkatkan kualitas layanan publik, didukung oleh Ombudsman pusat dan perwakilan," ungkapnya.
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia, Mahfud MD, menyoroti pentingnya kolaborasi antar instansi dalam mencapai keberhasilan pelayanan publik.
"Pelayanan berkualitas bukanlah hasil usaha sendiri, melainkan kerja sama antar instansi. Perlu kerjasama vertikal, horizontal, dan diagonal untuk menghilangkan ego sektoral," tuturnya.
Selain itu, Mahfud MD juga menekankan peran penting masyarakat dalam mendukung pembangunan.
"Partisipasi masyarakat adalah investasi berharga untuk memperkuat kepercayaan masyarakat dalam proses pembangunan," tambahnya.
Dengan penghargaan ini, Kota Tasikmalaya membuktikan dedikasinya dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. ***
Artikel Terkait
Pj Wali Kota Tasikmalaya Ikuti Rakor Penjabat Kepala Daerah Seluruh Indonesia, Untuk Perkuat Pelayanan Publik
Link Download DCT Anggota DPRD Kota Tasikmalaya, 617 Caleg Akan Bersaing Dalam Pemilihan Legislatif 2024
Penutupan Resmi Orientasi PPPK Kota Tasikmalaya, Sekda: Menuju Peran ASN Dengan Profesionalisme dan Integritas
Rakor TPPS Kota Tasikmalaya, Sekda: Sinergi Perangkat Daerah untuk Percepatan Penurunan Angka Stunting
Bangun Literasi Digital, TP PKK Kota Tasikmalaya sebagai Mitra Pemerintah dalam Mencegah Penipuan dan Hoaks di Media Sosial