Pemerintah Kabupaten Garut Resmi Menetapkan Kecamatan Tangguh Bencana Dalam Apel Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Senin, 4 Maret 2024 | 19:43 WIB
Deklarasi Kecamatan Tangguh Bencana dalam apel Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana tingkat Kabupaten Garut tahun 2024 pada Senin, 4 Maret 2024.   (Kominfo Garut)
Deklarasi Kecamatan Tangguh Bencana dalam apel Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana tingkat Kabupaten Garut tahun 2024 pada Senin, 4 Maret 2024. (Kominfo Garut)

 

 

Mediapriangan.com - Pemkab Garut telah secara resmi mendeklarasikan Kecamatan Tangguh Bencana untuk tahun 2024 yang diselaraskan dengan Apel Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Tingkat Kabupaten Garut Tahun 2024.

Acara deklarasi Kecamatan Tangguh Bencana tersebut, digelar di Lapangan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Garut, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, pada Senin, 4 Maret 2024.

Pembacaan deklarasi Kecamatan Tangguh Bencana yang secara simbolis dibacakan oleh Camat Tarogong Kidul, Ahmad Mawardi, dan diulang oleh seluruh camat di seluruh Kabupaten Garut.

Baca Juga: Pj Bupati Garut: Momentum Hari Peduli Sampah Nasional 2024 Sebagai Titik Tolak Menuju Kabupaten Garut Zero Waste

Dalam sambutannya, Pj Bupati Garut, Barnas Adjidin menekankan bahwa Kabupaten Garut, meskipun dikenal dengan keindahannya, namun disisin lain memiliki risiko kebencanaan yang tinggi.

Oleh karena itu, ia menegaskan pentingnya kesiapan dalam menghadapi bencana yang tak terduga.

"Kita harus menghadapi tantangan ini dengan profesionalisme. Pertama-tama, kita harus mengidentifikasi daerah-daerah yang rentan terhadap bencana dan mengimplementasikan langkah-langkah mitigasi yang tepat. Kesiapan kita harus cepat, tepat, dan komprehensif," ungkap Barnas.

Baca Juga: Bupati Tasikmalaya Menyambut Terselenggaranya Seminar Kebangsaan Bersama Anggota Dewan Pertimbangan Presiden

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada TNI/Polri dan seluruh instansi yang telah berkontribusi dalam menangani berbagai kejadian bencana di Kabupaten Garut.

Untuk masa depan, Barnas berharap agar tersedia standar operasional prosedur (SOP) yang disetujui oleh semua pihak, sehingga ketika bencana melanda, kesiapan dapat terjamin.

"Kita juga membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang terlatih dalam penanganan bencana. SDM yang dikerahkan ke lokasi bencana harus memiliki pengetahuan yang memadai. Oleh karena itu, koordinasi antara TNI/Polri, SKPD, para camat, dan partisipasi masyarakat sangatlah penting. Kita harus terus memupuk semangat tangguh bencana dan semangat kemanusiaan," tambahnya.

Baca Juga: Sekda Kabupaten Tasikmalaya, Dr. H. Mohamad Zen, Mewakili Bupati Ade Sugianto Melepas 51 ASN Masa Purna Tugas

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X