Meskipun keuntungan dari panen perdana ini belum signifikan, dengan keuntungan per ekor ayam mencapai Rp 10 ribu, Reza optimis akan perkembangan program ini di masa depan.
"Ini adalah pertama kalinya kami menjalankan program ini, sebelumnya kami hanya beternak ayam pelung," jelasnya.
Reza juga mengungkapkan tantangan yang dihadapi dalam beternak ayam kampung, terutama terkait dengan karakter ayam yang aktif dan tingkat kanibalisme yang tinggi.
"Kami harus mengantisipasi hal ini agar angka kematian tetap rendah," tambahnya.
Acara panen perdana ini merupakan bukti nyata kolaborasi yang baik antara pemerintah, peternak, dan pihak swasta dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan dan menanggulangi inflasi di Kota Tasikmalaya.
Program ini diharapkan dapat menjadi model bagi daerah lain dalam menghadapi tantangan serupa dan menciptakan solusi berkelanjutan bagi sektor peternakan.***
Artikel Terkait
Peresmian Hasil Pembangunan oleh Pj Wali Kota Tasikmalaya, Bukti Komitmen Pemkot dalam Pembangunan Berkelanjutan
Eman Sulaeman Dipilih Sebagai Ketua Karang Taruna Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya untuk Periode 2024-2029
Cheka Virgowansyah Resmikan Hasil Pembangunan Kecamatan Cibeureum, Tamansari, dan Purbaratu Kota Tasikmalaya
Penutupan O2SN Kota Tasikmalaya 2024, Sekda Ivan Dicksan: Membudayakan Olahraga dan Membangun Prestasi Atlet Muda
Pemerintah Kota Tasikmalaya Kembali Meraih Opini WTP dari BPK RI untuk Kedelapan Kalinya Secara Berturut-turut
KPU Kota Tasikmalaya Gelar Pelantikan dan Pengambilan Sumpah 207 Anggota Panitia Pemungutan Suara Pilkada 2024