Pemkab Ciamis Gelar Puncak BBGRM 2024, Fokus Pengembangan Potensi Desa dan Kolaborasi dengan Pelaku Usaha Lokal

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Senin, 25 November 2024 | 20:55 WIB
Pj. Bupati Ciamis, Budi Waluya dalam acara puncak BBGRM 2024 di Desa Jalatrang, Kecamatan Cipaku, pada Senin, 25 November 2024.   (Kominfo)
Pj. Bupati Ciamis, Budi Waluya dalam acara puncak BBGRM 2024 di Desa Jalatrang, Kecamatan Cipaku, pada Senin, 25 November 2024. (Kominfo)

Upaya ini, lanjut Budi, akan meningkatkan daya saing produk-produk lokal desa, serta membuka kesempatan untuk UMKM desa dalam menjalin kerja sama yang saling menguntungkan dengan berbagai pihak.

“Kami berharap event ini tidak hanya memperkenalkan produk unggulan desa, tetapi juga mengundang minat investor untuk turut berpartisipasi dalam pengembangan produk tersebut,” imbuhnya.

Baca Juga: Bimtek dan Latgab Tanggap Darurat Bencana, Persiapan Pemerintah Kabupaten Ciamis Menjelang Pelaksanaan Pilkada 2024

Selain pameran produk unggulan, BBGRM 2024 juga mencakup kegiatan pelayanan administrasi kependudukan.

Acara ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya memiliki dokumen kependudukan yang lengkap dan sah.

Kegiatan ini diharapkan bisa mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat serta mempercepat proses administrasi yang mendukung kemajuan desa.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Ciamis, Ape Ruswandana, menyampaikan dalam laporannya bahwa BBGRM 2024 juga berfungsi sebagai sarana untuk menggali dan mengenalkan produk unggulan desa kepada masyarakat luas.

Baca Juga: Kabupaten Ciamis Raih Penghargaan Anindhita Wistara Data 2024 atas Pengelolaan Data Statistik yang Akurat dan Transparan

Ia berharap pelaku usaha dan masyarakat dapat memanfaatkan potensi desa yang ada untuk lebih aktif dalam mengembangkan produk unggulan.

Pada ajang BBGRM 2024, Desa Situmandala, Kecamatan Rancah, berhasil meraih juara pertama, disusul oleh Desa Sukamaju, Kecamatan Cihaurbeuti, di posisi kedua, dan Desa Selamanik, Kecamatan Cipaku, yang menduduki peringkat ketiga.

Keberhasilan desa-desa tersebut menunjukkan bahwa inovasi dan kreativitas masyarakat desa dapat menghasilkan produk berkualitas yang siap untuk dikembangkan lebih lanjut.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X