Menanggapi hal ini, pihak keluarga mendesak agar dilakukan tes DNA guna mengidentifikasi pemilik sperma tersebut.
"Kami mendesak agar dilakukan tes DNA untuk mengetahui siapa pemilik sperma, karena ini menyangkut kejelasan hukum," tegas Pazri.
Karena keterbatasan fasilitas forensik di Kalimantan Selatan, kuasa hukum keluarga mengusulkan agar pemeriksaan DNA dilakukan di luar daerah demi mendapatkan hasil yang lebih akurat.
Kasus ini terus menjadi perhatian publik, terutama dengan adanya bukti-bukti baru yang semakin menguatkan dugaan tindakan kekerasan seksual yang dialami korban sebelum akhirnya dibunuh.***
Artikel Terkait
PWI dan AJI Desak Polisi Usut Tuntas Kematian Jurnalis Juwita Asal Banjarbaru, Siapkan Pengacara untuk Kawal Kasus
Kematian Jurnalis Juwita di Banjarbaru Dipenuhi Kejanggalan, Warga Sekitar Curiga Tak Ada Tanda Kecelakaan
Ada Oknum TNI AL yang Diduga Terlibat dalam Kasus Meninggalnya Juwita, Wartawan Wanita yang Ditemukan Tewas di Banjarbaru
Keluarga Juwita Tuntut Keadilan! Desak Pelaku Pembunuhan Diduga Oknum TNI AL Diproses Transparan dan Dihukum Mati
Terbongkar! Oknum TNI AL Diduga Habisi Jurnalis Juwita Banjarbaru Mobil, Sudah Merencanakan Sejak Sebelum Berangkat
Terbukti Bunuh Kekasihnya! Sikap Oknum TNI AL Pacar Juwita Dibongkar Kakak Korban, Ternyata Absen di Acara Lamaran
Diduga Oknum TNI AL yang Membunuh Juwita, Ternyata Pacarnya Sendiri! Keluarga Bongkar Rencana Pernikahan Mei 2025
Mabes TNI Temukan Perbedaan Info soal Oknum TNI AL yang Diduga Bunuh Juwita, Ada Fakta Baru Terungkap?