UGM juga menjadikan kasus ini sebagai momentum untuk memperkuat sistem pencegahan kekerasan seksual, termasuk edukasi dan pengawasan terhadap relasi kuasa antara dosen dan mahasiswa.
“Yang utama sebetulnya kami mencegah ke depan tidak terjadi lagi,” pungkas Andi.
Kasus ini membuka mata banyak pihak bahwa kekerasan seksual bisa terjadi bahkan di ruang-ruang yang dianggap aman dan terhormat.
Komitmen UGM untuk menindak tegas pelaku dan memulihkan korban diharapkan menjadi contoh nyata bagi institusi pendidikan lainnya.***
Artikel Terkait
Keluarga Juwita Tuntut Keadilan! Desak Pelaku Pembunuhan Diduga Oknum TNI AL Diproses Transparan dan Dihukum Mati
Terbongkar! Oknum TNI AL Diduga Habisi Jurnalis Juwita Banjarbaru Mobil, Sudah Merencanakan Sejak Sebelum Berangkat
Terbukti Bunuh Kekasihnya! Sikap Oknum TNI AL Pacar Juwita Dibongkar Kakak Korban, Ternyata Absen di Acara Lamaran
Diduga Oknum TNI AL yang Membunuh Juwita, Ternyata Pacarnya Sendiri! Keluarga Bongkar Rencana Pernikahan Mei 2025
Mabes TNI Temukan Perbedaan Info soal Oknum TNI AL yang Diduga Bunuh Juwita, Ada Fakta Baru Terungkap?
TNI Minta Publik Tak Berspekulasi soal Kasus Wartawan di Banjarbaru, Janji Hukuman Berat Jika Oknum Terbukti Bersalah
Terbongkar! Oknum TNI AL Diduga Bunuh Jurnalis Juwita di Mobil, Rencana Berangkat Ternyata Berakhir Tragis
Fakta Baru Kasus Pembunuhan Juwita, Jurnalis Banjarbaru, Dugaan Kekerasan Seksual Mencuat dari Temuan Bukti Ini
Barang Bukti Ini Ungkap Fakta Mengejutkan, Juwita Alami Peristiwa Mencekam Sebelum Dibunuh oleh Kekasihnya
Viral Dugaan Pelecehan Seksual oleh Oknum Guru Besar UGM ke Mahasiswa, Apa Tindak Lanjut dari Mendikti Saintek?