Mediapriangan.com - Kasus sertifikat tanah milik Mbah Tupon yang viral karena berpindah kepemilikan dan dijaminkan ke bank rupanya ditanggapi pihak pemerintahan terkait.
Kantor ATR/BPN Kabupaten Bantul akhirnya mengambil langkah tegas dengan memblokir sertifikat tanah milik Mbah Tupon, menyusul kasus dugaan penggelapan tanah yang menyeret nama notaris Anhar Rusli.
Kepala ATR/BPN Bantul, Tri Harnanto, memastikan dokumen penting seperti warkah pemecahan, peralihan, dan hak tanggungan sudah diamankan untuk menghindari penyalahgunaan.
“Kami amankan warkah-warkah (dokumen) pemecahan, kemudian warkah peralihan, dan warkah pelekatan hak tanggungan ini sudah kita amankan,” ujar Tri saat ditemui, Selasa 29 April 2025.
BPN juga telah berkoordinasi dengan Kelurahan Bangunjiwo dan Pemkab Bantul guna mendalami informasi dan menentukan langkah lanjutan.
Pihaknya bahkan sudah mencoba menghubungi kantor PPAT Anhar Rusli di Pasar Niten, namun saat didatangi, kantor tersebut tutup.
“Fakta di lapangan kantor itu tutup sehingga kami tidak bisa menggali informasi, dan sudah kami laporkan ke Kakanwil ATR/BPN,” jelas Tri.
Pemanggilan terhadap PPAT akan tetap dilakukan dalam forum resmi majelis pembinaan dan pengawasan.
Hal ini untuk menelusuri apakah ada pelanggaran yang dilakukan oleh PPAT bersangkutan dalam proses peralihan sertifikat milik Mbah Tupon kepada Indah Fatmawati.
“Sesuai dengan ketentuan, ada sanksi. Mulai dari teguran, sanksi administrasi, sampai penghentian tidak dengan hormat jika terbukti melakukan pelanggaran berat,” ujar Tri.
Artikel Terkait
Cuma Sampai Depan Pintu, Momen Paula Verhoeven Antar Anak-anak ke Rumah Baim Wong Rayakan Ulang Tahun yang Bikin Penasaran!
Baim Wong Berbicara Tegas Soal Buzzer yang Sering Giring Opini, Ingatkan Jangan Jadi Orang Bodoh!
Dedi Mulyadi Beri Rp300 Juta untuk Korban Dugaan Kekerasan OCI Taman Safari, Singgung Masa Lalu Tak Bisa Diubah
Dedi Mulyadi Soroti Kasus Kekerasan OCI Taman Safari, Gugat-gugatan Tak Selesai, Lebih Baik Fokus ke Pemulihan
Babak Baru Skandal OCI Taman Safari, Korban Tak Tahu Asal-Usul Keluarga, Direktur TSI Akui Siap Terbuka dan Diaudit
Pengunjung Taman Safari Menurun Drastis, Direktur TSI Usulkan Mediasi dengan Korban Dugaan Kekerasan OCI!