Kasus Kematian Arya Daru Mulai Terkuak, Kompolnas Sebut Rekam Jejak Digital dan Autopsi Ungkap Fakta Mengerikan

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Senin, 28 Juli 2025 | 19:30 WIB
Komisioner Kompolnas, Choirul Anam.  (Instagram/kompolnas_ri)
Komisioner Kompolnas, Choirul Anam. (Instagram/kompolnas_ri)

Mediapriangan.com - Penyelidikan terkait kematian misterius diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Arya Daru Pangayunan, kini memasuki babak baru.

Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Choirul Anam, menyatakan bahwa proses investigasi menunjukkan kemajuan signifikan.

Choirul menjelaskan bahwa kompleksitas bukti dan data yang ditemukan selama proses penyelidikan membuat investigasi berlangsung cukup lama.

Baca Juga: Polisi Ungkap Lakban Kuning Dibeli Arya Daru dan Istri di Jogja, Dulu Sering Dipakai Pegawai Kemlu di Luar Negeri

Namun, pihak kepolisian terus melakukan pendalaman setiap harinya.

"Yang ditelusuri sangat kompleks, dari rekam jejak digital banyak variasi yang akhirnya didalami dan ditemukan," ujar Choirul kepada wartawan, Senin 28 Juli 2025.

Ia juga menegaskan bahwa hasil autopsi membuka banyak hal baru yang mendukung proses penyelidikan. Bukti-bukti fisik yang sebelumnya tertutup kini mulai memperjelas penyebab kematian Arya Daru.

Baca Juga: Kompolnas Desak Transparansi Kasus Kematian Arya Daru, Keluarga Harap Hasil Autopsi Segera Diumumkan

"Dari segi autopsi, banyak item-item yang semakin lama semakin dibuka lebih terang," tambahnya.

Choirul menyebut bahwa temuan baru dari hari ke hari semakin mendekatkan pihak penyelidik pada kesimpulan. Progres ini diharapkan bisa segera diungkap secara resmi oleh pihak kepolisian.

"Hari per hari ada pergerakan pendalaman, hari per hari semakin jelas," ujarnya.

Baca Juga: Temuan Mengejutkan Kompolnas di Kamar Arya Daru, Slot Terkunci dari Dalam, Plafon Utuh, Tak Ada Tanda Kekerasan

"Semakin jelas penyebab kematiannya. Tinggal diumumin sama Polda Metro," pungkasnya.

Sebagai informasi, Arya Daru ditemukan tewas secara mengenaskan di kamar kosnya pada Selasa, 8 Juli 2025. Tubuhnya dilaporkan terlilit lakban, yang menimbulkan dugaan kuat adanya tindak kekerasan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X