Mediapriangan.com - BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tasikmalaya gencar melakukan sosialisasi aplikasi Jamsostek Mobile (JMO) kepada sejumlah perusahaan peserta program jaminan sosial ketenagakerjaan.
Kali ini, sosialisasi JMO digelar di PT Hini Daiki Indonesia dengan tujuan memperkenalkan beragam fitur yang memudahkan peserta dalam mengakses layanan BPJS Ketenagakerjaan.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tasikmalaya Dewi Manik Imannury, menuturkan sosialisasi ini merupakan agenda rutin yang ditujukan kepada perusahaan peserta untuk meningkatkan pemahaman tentang layanan digital JMO.
"Tujuannya memberikan kemudahan dalam penyampaian beberapa informasi terkait BPJS Ketenagakerjaan melalui layanan digital yang bisa diakses seluruh peserta di manapun dan kapanpun," jelas Dewi.
Aplikasi JMO menghadirkan sejumlah layanan penting, mulai dari pembaruan data, pendaftaran, hingga pengajuan klaim Jaminan Hari Tua (JHT) dan simulasi saldo JHT maupun Jaminan Pensiun (JP).
Selain itu, aplikasi ini juga memuat kartu digital serta beragam fasilitas tambahan yang mendukung kebutuhan pekerja.
Melalui JMO, peserta dapat memantau status kepesertaan, rincian pembayaran iuran, hingga memastikan kepatuhan perusahaan dalam membayarkan iuran tepat waktu.
Bahkan, klaim JHT bagi saldo di bawah Rp15 juta bisa langsung diajukan secara online.
Tak hanya fokus pada manfaat utama, JMO juga menyediakan layanan tambahan seperti akses program perumahan pekerja hingga promo menarik dari merchant yang bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan.
"Kami berharap JMO dapat meningkatkan pengalaman dan kepuasan pengguna," ujar Dewi.
Artikel Terkait
2.000 Nelayan Kabupaten Tasikmalaya Kini Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan, Santunan hingga Rp174 Juta dan Beasiswa Anak!
Agar Tenang Bekerja dan Terlindungi dari Kecelakaan, Menaker Ajak Ojol di Seluruh Daerah Daftar BPJS Ketenagakerjaan
BPJS Ketenagakerjaan Sabet Gold Award di ARA 2025, Bukti Laporan Transparan dan Tata Kelola Berstandar Internasional
Arip Rachman Dorong Perusahaan dan Pekerja Non-Upah Ikut BPJS, Perda Ketenagakerjaan Jabar Disosialisasikan!
Satu Dekade Program Jaminan Pensiun BPJS Ketenagakerjaan, Tembus 14 Juta Peserta, Masih Banyak PR Menanti!
Sri Mulyani: Pemerintah Tanggung Iuran BPJS Kesehatan 146,4 Juta Jiwa di 2026 dengan Anggaran Fantastis Rp69 Triliun