Selain itu, Dadan mengingatkan agar pergantian supplier bahan baku tidak dilakukan secara mendadak.
“Kita instruksikan lagi bagi yang (SPPG) lama agar mau mengganti supplier harus bertahap, jadi segala sesuatu tidak boleh berubah secara drastis,” jelasnya.
Menindaklanjuti kasus ini, Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, yang baru dilantik pada 17 September 2025, langsung membentuk Tim Investigasi Khusus. Tim ini akan melibatkan ahli kimia, farmasi, dan tenaga kesehatan untuk meneliti proses memasak hingga kualitas bahan baku.
“Jadi kami membentuk Tim Investigasi ini sebagai second opinion. Sebelum hasil dari BPOM keluar, kami sudah bisa mengidentifikasi kira-kira apa penyebab anak-anak ini sakit,” ungkap Nanik pada konferensi pers di Kantor BGN, 22 September 2025.
Langkah ini diharapkan mampu memberikan solusi jangka panjang agar kasus keracunan MBG tidak terus berulang dan program prioritas pemerintah ini dapat berjalan sesuai harapan.***
Artikel Terkait
Kasus Keracunan Makanan di Kabupaten Garut, 2 Meninggal, 39 Orang Dirawat, Sate Jebred Sementara Jadi Penyebab
Update Terkini Dugaan Keracunan Makanan di Kabupaten Garut, Korban Meninggal Bertambah Satu Orang
Makan Bergizi Gratis di Sukoharjo Bikin 40 Siswa Keracunan, Badan Gizi Ungkap Fakta Mengejutkan di Baliknya
Presiden Prabowo Geram soal Isu Keracunan di Program MBG, Tegaskan ke BGN, Jangan Ada Penyimpangan Sedikit pun!
Waspadai Risiko Keracunan, DPR Minta BGN dan BPOM Tetapkan Standar Aman Tempat Makan MBG & Dukung Produk Lokal
Kejadian Keracunan Siswa Marak, DPR Desak BGN Perketat Pengawasan MBG di Lapangan untuk Cegah Kasus Serupa