Warga Keluhkan Kuota Pendaftaran RSUD KHZ Musthafa Kabupaten Tasikmalaya di Aplikasi JKN Sering Habis

photo author
Dede Farhan Kamil, Media Priangan
- Selasa, 30 September 2025 | 20:40 WIB
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan RSUD KHZ Musthafa dr. Adi Widodo, menyampaikan RSUD KHZ Musthafa telah menciptakan terobosan baru berupa penerapan Sistem Bridging.   (D. Farhan Kamil)
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan RSUD KHZ Musthafa dr. Adi Widodo, menyampaikan RSUD KHZ Musthafa telah menciptakan terobosan baru berupa penerapan Sistem Bridging. (D. Farhan Kamil)

“Kami mohon pengertian masyarakat. Kuota pelayanan memang terbatas yang jika dirata-ratakan hanya tersedia untuk 50 pasien rawat jalan pada klinik-klinik yang tersedia. Hal itu semata-mata agar pelayanan lebih efektif," jelas Adi.

Lebih lanjut Adi menuturkan, RSUD KHZ Musthafa telah menciptakan terobosan baru berupa penerapan Sistem Bridging.

"Ini salah satu inovasi baru kami untuk menjembatani arus informasi rumah sakit dengan pasien melalui jaringan teknologi komunikasi/informasi. Ini ada korelasinya dengan masalah kuota," kata Adi.

Baca Juga: BPJS Kesehatan Tak Bisa Klaim Layanan IGD dan Rawat Inap di RSUD KHZ Musthafa Kabupaten Tasikmalaya, Ini Alasannya

Melalui sistem ini, pasien yang telah mendapat kuota pendaftaran secara online, akan dinotifikasi melalui saluran WhatsApp ke nomer yang telah terdaftar.
Tiga hari menjelang jadwal kunjungan atau H-3, sistem akan mengkonfirmasi apakah pasien akan datang atau tidak.

"Jika pasien tidak mengkonfirmasi, secara otomatis kuota kunjungan akan dibatalkan dan sistem akan mengosongkan kuota tersebut untuk memberikan kesempatan kepada pasien lain yang akan melakukan pendaftaran," jelas Adi.

Selanjutnya, bagi pasien yang telah mengkonfirmasi kedatangan pada H-3, maka pada H-1 akan menerima notifikasi atau pengingat, sehingga pasien benar-benar datang ke rumah sakit, sesuai jadwal kunjungan yang telah ditetapkan pada saat pendaftaran.

Baca Juga: Wujudkan KRIS, RSUD KHZ Musthafa Upgrade Sarana dan Prasarana Pelayanan

Dengan penggunaan sistem bridging ini kata Adi, selain untuk peningkatan layanan rumah sakit, juga untuk mensiasati ketersediaan kuota pendaftaran di aplikasi JKN.

"Dalam catatan kami, pasien yang telah mendapat kuota kunjungan, rata-rata setiap harinya mencapai 13 persen tidak datang ke rumah sakit. Sehingga kuota terbuang percuma. Sedangkan terdapat pasien yang tidak terlayani gara-gata kuota habis ketika pendaftaran," ujar Adi.

Maka sambung Adi, jumlah ketidakhadiran pasien akan terminimalisir dengan adanya sistem bridging. Kuota pendaftaran juga jadinya banyak yang bisa terselematkan.

"Saat ini sistem tersebut sedang diujicobakan di klinik penyakit dalam, bagi pasien yang memilih layanan pengobatan dr Ari. Kita akan lihat perkembangannya selama satu bulan ke depan untuk dievaluasi," terang Adi.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X