Evakuasi Ponpes Al Khoziny, 10 Korban Meninggal, Tim SAR Gunakan Excavator Breaker Usai Golden Time Berakhir

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Sabtu, 4 Oktober 2025 | 05:58 WIB
Tim SAR masih melakukan proses evakuasi korban Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo.  (Instagram/kantorsar_semarang)
Tim SAR masih melakukan proses evakuasi korban Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo. (Instagram/kantorsar_semarang)

Mediapriangan.com - Upaya evakuasi korban ambruknya bangunan Ponpes Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur, terus dilakukan hingga hari keempat pascakejadian. Musala berlantai tiga di pondok pesantren tersebut roboh pada Senin, 29 September 2025, saat para santri tengah menunaikan salat Ashar.

Sejak Kamis (2/10/2025), metode evakuasi mulai berubah. Setelah menggunakan crane untuk mengangkat puing besar, kini tim penyelamat mengoperasikan excavator breaker guna memecah beton. Alat ini dipakai agar proses evakuasi korban di bawah reruntuhan dapat lebih cepat dilakukan.

10 Orang Meninggal, 103 Selamat

Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, menyebut hingga Jumat (3/10/2025) tercatat 113 korban berhasil dievakuasi. Dari jumlah tersebut, 10 orang ditemukan meninggal dunia sementara 103 lainnya selamat.

Baca Juga: Evakuasi Dramatis Santri Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, 66 Terjebak Reruntuhan, Tim SAR Hadapi Medan Sempit

“Kalau dijumlahkan, seluruh korban yang ditemukan ada 113, terdiri dari 10 meninggal dunia dan 103 dalam kondisi selamat,” kata Nanang.

Namun, ia menambahkan bahwa identitas para korban meninggal masih menunggu hasil identifikasi. “Belum teridentifikasi ya, nama-namanya menunggu setelah identifikasi selesai,” imbuhnya.

Estimasi Evakuasi Baru 50 Persen

Nanang memperkirakan proses evakuasi sudah mencapai 50 persen dan diprediksi selesai pada akhir pekan.

“Kalau memang kami lihat dari perhitungan secara matematis, tentunya mungkin sampai sore besok atau hari Minggu,” jelasnya.

Baca Juga: Tragedi Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, Kakak Selamat, Adik Tewas Tertimpa Reruntuhan Bangunan Ponpes

Dalam prosesnya, tim SAR tetap mengutamakan kehati-hatian. “Kalau terlihat korban meskipun kondisinya masih terjepit, akan kami laksanakan proses evakuasi juga,” tambahnya.

Perbedaan Proses Evakuasi

Menurut Nanang, metode evakuasi pada hari-hari awal berbeda dengan saat ini. Di masa golden time atau 3x24 jam pertama, tim lebih fokus mencari korban hidup. Proses dilakukan manual dengan merangkak ke celah sempit di bawah reruntuhan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X