Mediapriangan.com - Kasus narkoba yang menjerat artis Ammar Zoni kembali jadi sorotan publik. Bukannya selesai, skandal ini justru makin pelik setelah ia diduga terlibat jaringan peredaran narkoba dari balik Rutan Salemba, Jakarta Pusat.
Kasus ini terbongkar setelah petugas mencurigai aktivitas mencolok di dalam rutan. Ammar Zoni diduga beraksi bersama lima tahanan lainnya dengan memanfaatkan aplikasi komunikasi untuk menjalankan bisnis gelap tersebut.
Sejak Juni 2025, Ammar Zoni kemudian dipindahkan ke Lapas Cipinang, Jakarta Timur, usai barang bukti narkoba ditemukan di selnya.
Menurut Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), dalam penggeledahan pada 3 Januari 2025, petugas menemukan tiga paket sabu seberat 1,84 gram dan dua paket ganja seberat 24,84 gram. Barang bukti itu langsung diserahkan ke kepolisian untuk diproses hukum lebih lanjut.
Sebagai bentuk tindakan tegas, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan menjatuhkan sanksi berat: Ammar dipindahkan ke sel isolasi selama 40 hari dan hak integrasinya dicabut.
“Zero narkoba dan zero HP adalah komitmen kami,” bunyi pernyataan resmi Kementerian Imipas, Minggu 12 Oktober 2025.
Desakan Hukuman Berat dari Mantan Staf Ahli Kapolri
Kasus ini kembali mengundang reaksi publik. Mantan staf ahli Kapolri, Ricky Sitohang, menilai tidak ada lagi alasan memberi rehabilitasi bagi pelaku pengedar narkoba yang sudah berulang kali melakukan pelanggaran.
“Berarti memang dia tidak pernah akan tidak mau tobat,” ujar Ricky sebagaimana dikutip dari YouTube Intens Investigasi, Selasa 14 Oktober 2025.
Purnawirawan lulusan Akpol 1983 itu mendesak agar pelaku dijatuhi sanksi seberat-beratnya. “Berikan sanksi yang berat, jangan rehab-rehab mulu, kapan sadarnya. Nggak usah rehab, rehabnya di kuburan sana aja,” ucapnya.
Menurutnya, hukuman keras menjadi langkah penting untuk memberikan efek jera bagi pelaku maupun pihak lain yang mencoba bermain-main dengan narkoba.
Artikel Terkait
Kisah Kaka Slank Diselamatkan dari Narkoba oleh Bunda Iffet, Sosok Keras Kepala yang Tak Pernah Tinggalkan Bandnya
Bimbim Slank Buka Suara soal Kelanjutan Program Rehabilitasi Anak Pecandu Narkoba yang Ditinggal Bunda Iffet
8 Narapidana di Lapas Semarang Dapat Remisi Khusus Waisak, Mayoritas Tersandung Kasus Narkoba
Profil Jarred Shaw, Pebasket Asing yang Bersinar di IBL, Kini Tersandung Kasus Permen Narkoba Kiriman dari Thailand
Dipecat dan Diblacklist! Jarred Shaw Tak Bisa Lagi Main di IBL Usai Kasus Permen Narkoba yang Gegerkan Dunia Basket
BNN Ungkap 285 Tersangka Narkoba, 10 Persen Ibu Rumah Tangga Diduga Jadi Kurir Antar Pulau dalam Jaringan Sindikat