“Santri hari ini harus menguasai kitab kuning sekaligus teknologi, sains, dan bahasa dunia. Dunia digital adalah ladang dakwah baru bagi santri masa kini,” pesannya.
Apel Hari Santri di Ciamis juga diwarnai pembacaan Resolusi Jihad Nahdlatul Ulama, menyanyikan Mars Hari Santri, serta Doa Santri untuk Negeri. Acara ditutup dengan penampilan seni santri berupa puisi, hadrah, dan tari Nusantara yang memadukan nilai Islam dan budaya lokal.
Dalam momentum peringatan kali ini, pemerintah juga menyerahkan piagam penghargaan kepada Nida Munadiyah, santri Pondok Pesantren Manhajul Ulum Nusa Rajadesa, yang meraih Juara 2 Cabang Fiqih Marhalah Ula Putri dalam Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) Internasional ke-1 Tahun 2025 di Sulawesi Selatan.
Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa santri Ciamis mampu berkiprah hingga tingkat internasional, membawa nama baik pesantren dan daerah.
Pemerintah Kabupaten Ciamis berharap semangat kepesantrenan terus tumbuh dan menjadi sumber inspirasi dalam memperkuat karakter bangsa serta meneguhkan pesantren sebagai pusat moral dan peradaban Indonesia.***
Artikel Terkait
Bupati Herdiat Resmikan Klinik Jiwa dan Panti Rehabilitasi Mental di Ciamis, Jawab Kebutuhan 1.000 Pasien ODGJ
Bupati Ciamis Herdiat Sunarya Turun Langsung di Program Abdi Nagri Nganjang ka Warga, Ada Layanan dan Hiburan Rakyat
Didi Sukardi Hadiri Abdi Nagri Nganjang ka Warga di Ciamis, Pelayanan Publik Dekatkan Pemerintah dengan Masyarakat
Peringati Hari Farmasi Sedunia 2025, Ratusan Apoteker di Ciamis Gelar Aksi Peduli Kesehatan dan Edukasi Masyarakat
Perempuan PKS Ciamis Kian Solid, 27 Ketua SPK Dilantik dan 250 RKI Baru Resmi Diluncurkan, Ini Pesan Didi Sukardi
Disepakati DPRD, KUA PPAS Ciamis 2026 Jadi Tonggak Pembangunan Daerah, Bupati Herdiat Ungkap Arah Strategisnya