Kontribusi Besar Kabupaten Tasikmalaya untuk Jawa Barat Jadi Provinsi Terbaik Turunkan Stunting

photo author
Dede Farhan Kamil, Media Priangan
- Kamis, 13 November 2025 | 23:28 WIB
Menko PMK Pratikno memberikan penghargaan kepada Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan pada Rakornas Percepatan Penurunan Stunting 2025 di Jakarta, Rabu (12/11/2025). (Dok. Jabar go.id)
Menko PMK Pratikno memberikan penghargaan kepada Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan pada Rakornas Percepatan Penurunan Stunting 2025 di Jakarta, Rabu (12/11/2025). (Dok. Jabar go.id)

 

Mediapriangan.com - Upaya Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dalam menekan angka stunting menunjukkan hasil menggembirakan. Dalam beberapa tahun terakhir, prevalensi stunting di kabupaten ini terus menurun dan turut memberi kontribusi besar terhadap capaian Jawa Barat secara keseluruhan.

Di Kabupaten Tasikmalaya, penurunan angka stunting tercatat positif. Dari 21,7 persen pada tahun 2023, turun menjadi 17,2 persen pada tahun 2024, dan ditargetkan kembali menurun hingga 15,4 persen pada tahun 2025.

Kepala Bidang Layanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya, Otong Kusmana, S.KM., M.P.H menyebutkan, penurunan angka stunting tidak lepas dari kerja keras lintas sektor, mulai dari tenaga kesehatan, kader posyandu, hingga pemerintah desa.

Baca Juga: Bupati Tasikmalaya Ajukan Tiga Nama Kandidat Direksi Perumda Air Minum Tirta Sukapura ke Kemendagri

"Target tahun ini angka stunting kita di 15,4 persen. Tentunya ini menjadi tantangan besar yang harus dihadapi dengan serius. Salah satunya dengan meningkatkan efektivitas program-program yang sudah berjalan selama ini,” ujar Otong, Kamis (13/11/2025).

Menurutnya, sejumlah program unggulan yang terus digencarkan antara lain, intervensi spesifik perbaikan gizi bagi ibu hamil, bayi, dan balita. Kemudian Pelatihan kader posyandu dan bidan desa sebagai konselor Pemberian Makanan Bayi dan Anak (PMBA) dan sosialisasi perilaku hidup bersih dan sehat serta peningkatan sanitasi lingkungan.

“Melalui kader dan tenaga kesehatan yang dekat dengan masyarakat, kami ingin memastikan edukasi tentang pemberian makanan bayi dan anak dilakukan dengan benar. Kesalahan asupan pada usia dini bisa memicu masalah gizi jangka panjang,” tambahnya.

Kepala Bidang Yankes Dinkes Tasikmalaya, Otong Kusmana, sebut kolaborasi lintas sektor jadi kunci sukses penurunan stunting hingga bantu Jabar jadi terbaik.
Kepala Bidang Yankes Dinkes Tasikmalaya, Otong Kusmana, sebut kolaborasi lintas sektor jadi kunci sukses penurunan stunting hingga bantu Jabar jadi terbaik. (IG: dpcpersagikab_tasikmalaya)

Sementara berdasarkan data resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat, angka prevalensi stunting di provinsi ini berhasil turun signifikan dari 21,7 persen pada tahun 2023 menjadi 15,9 persen pada tahun 2024.

Penurunan ini menempatkan Jawa Barat sebagai provinsi dengan penurunan prevalensi stunting terbaik se-Indonesia, menurut Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK).

Keberhasilan ini juga mendapat pengakuan dari pemerintah pusat. Pemerintah Provinsi Jawa Barat menerima penghargaan sebagai Provinsi dengan Penurunan Prevalensi Stunting Terbaik I dari Kemenko PMK.

Baca Juga: KSB Cipatujah Tanamkan Kesiapsiagaan Bencana Sejak Dini di PAUD Ash Shobirin

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menko PMK Pratikno dan diterima oleh Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan dalam kegiatan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Percepatan Penurunan Stunting 2025 di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta, Rabu (12/11/2025).

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X