Ngeri! Aksi Penjarahan dan Rebutan Logistik di Tapanuli Tengah - Sibolga, Begini Kata BNPB

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Minggu, 30 November 2025 | 11:29 WIB
Viral aksi Penjarahan minimarket di wilayah Tapanuli Tengah dan Sibolga yang memicu perhatian publik.  (Instagramsumutnusantara)
Viral aksi Penjarahan minimarket di wilayah Tapanuli Tengah dan Sibolga yang memicu perhatian publik. (Instagramsumutnusantara)

 

Mediapriangan.com - Video aksi Penjarahan yang terjadi di wilayah Tapanuli Tengah dan Sibolga ramai beredar di media sosial. Dalam rekaman yang diunggah akun Instagram @sumutnusantara pada Sabtu, 29 November 2025, tampak warga masuk ke sebuah minimarket dan mengosongkan rak makanan untuk memenuhi kebutuhan pokok.

Keterangan dalam unggahan tersebut menyebutkan, “Akses jalan yang terputus membuat distribusi logistik belum dapat masuk secara normal. Beberapa minimarket di Pandan mulai dijarah karena sulitnya memperoleh kebutuhan pokok.”

Aksi Penjarahan ini tidak hanya terjadi di dua daerah tersebut, tetapi juga dilaporkan di Aceh Tamiang. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengonfirmasi bahwa tim BNPB bahkan mengalami kejadian serupa saat melakukan distribusi bantuan darurat.

Baca Juga: BNPB Sebut Korban Tragedi Banjir Bandang Sumatera Capai 303 Jiwa, Sumut Tertinggi

Tim BNPB Sempat Direbut Logistiknya

Kepala BNPB, Suharyanto, mengungkapkan bahwa timnya sempat dicegat warga saat menyalurkan bantuan ke Bandara Pinangsori di Tapanuli Tengah.

“Memang berseliweran ya, bukan hanya di Aceh Tamiang, tadi di Sumatera Utara tepatnya di Tapanuli Tengah saat kita mendistribusikan logistik ke Bandara Pinangsori, ada sekelompok masyarakat yang berusaha untuk merebut logistik itu,” kata Suharyanto dalam konferensi pers pada Jumat sore, 29 November 2025.

“Ya kami perintahkan untuk itu diberikan saja,” imbuhnya.

Baca Juga: Wali Kota Medan Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir hingga 11 Desember, Isu Kelangkaan BBM Muncul

Tidak Ada Niat Jahat, Warga Belum Terima Bantuan

Suharyanto menegaskan bahwa tindakan warga yang melakukan Penjarahan dan perebutan logistik bukan karena motif kriminal.

“Tentu saja kita yakin dan percaya bukan niatnya jahat tapi karena takut, mungkin karena memang sudah beberapa jam atau mungkin ada yang belum makan dari beberapa hari gitu sehingga terkesan begitu,” lanjutnya.

“Tapi begitu kita berikan kebutuhannya mereka, kita sampaikan kemudian kita beri penjelasan bahwa logistik akan datang secara terus-menerus, bukan hanya sekali atau dua kali,” jelasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X