Oleh : Pathan Mendris
Independent Researcher-Bandung
KONDISI perekonomian nasional dan global saat ini menunjukan dinamika yang menimbulkan tekanan terhadap kemampuan individu/perusahaan dalam mempertahankan nilai asetnya.
Pergerakan inflasi menurut Badan Pusat Statistik yang dirilis pada 3 November 2025 melalui laman resmi Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukan bahwa pada Oktober 2025 terjadi inflasi year-on-year (y-on-y) sebesar 2,86% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 109,04 (2022=100).
Disisi lain, suku bunga acuan (BI-Rate) Oktober-November berada pada level 4,75%. Meskipun tingkat inflasi terakhir masih berada dalam kategori moderat dan real return masih menunjukan angka positif.
Namun return instrumen berbasis bunga tidak memberikan jaminan kompensasi yang optimal dan memadai untuk melindungi nilai fixed nominal asset dari tekanan ekonomi jangka panjang.
Faktor eksternal seperti ketidakpastian ekonomi global dan tensi geopolitik turut berkontribusi secara langsung terhadap erosi nilai tukar dalam jangka panjang. Hal ini menunjukan bahwa nilai aset dalam rupiah semakin rentan terhadap guncangan nilai tukar.
Tawaran Rasional Emas di Tengah Dunia yang Terlalu Cepat Berubah
Perlindungan (Hedge) terhadap Inflasi dan Volatilitas Nilai Tukar
Emas sebagai aset lindung nilai (hedging) atau dikenal dengan istilah safe haven asset (pelabuhan aman) dapat tercermin apabila dibandingkan dengan instrumen aset lain (contoh: mata uang rupiah). Saat inflasi mengikis nilai mata uang, emas sering kali bergerak ke arah yang berlawanan.
Diversifikasi Portofolio Aset
Diversifikasi aset pada instrumen emas diperlukan untuk mengurangi eksposur risiko pada instrumen konvensional seperti deposito. Korelasi negatif emas terhadap aset lain memberikan penawaran stabilitas sebagai penyeimbang nilai aset pada kondisi bersamaan.
Likuiditas Tinggi
Artikel Terkait
Opini: Berkaca Pada Peristiwa di Tol Pejagan-Pemalang, Perlunya Mitigasi Risiko Bahaya Kecelakaan Lalu Lintas
Opini: Menanggapi Upaya Pemerintah Kota Bandung, Begini Strategi Islam Basmi Aksi Kejahatan Jalanan
Opini: Anak Masih Sangat Rentan Menjadi Korban Kejahatan, Berawal Dari Problem Mendasar
Opini: Menangkal Budaya Asing Melalui Penerapan Sistem Pendidikan Islam
Memahami 5 Gaya Negosiasi Lewat Karakter Unik, Bisa Jadi Rahasia Tersembunyi Kesuksesan Anda dalam Dunia Bisnis
Bagaimana Media Sosial Membentuk Persepsi Ancaman Geopolitik Indonesia dalam Konflik Palestina-Israel