TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Semarak puncak kegiatan Harlah ke 100 Nahdlatul Ulama (NU) tingkat Kota Tasikmalaya berakhir pada Minggu, (08/02/2026) Pukul 02.20 WIB dini hari.
Kegiatan dimeriahkan sejumlah pentas seni religi mulai marawis, Muhafazhol Alfiyah 500 Santri, hingga wayang golek yang melengkapi kemeriahan Harlah ke 100 NU.
Sekaligus menandai titik awal para nahdliyin untuk memasuki perjalanan di abad kedua organisasi Islam terbesar di tanah air itu.
Kesenian angklung terdengar merdu saat mengiringi sejumlah tembang religi hingga tembang karya Elvis Presley bertajuk "Can't Help Falling in Love".
Baca Juga: Momen Dramatis Damkar Evakuasi Kakek dan Cucu dari Kebakaran Laundry di Bandung, Warga Sempat Panik
Suara emas dari Alifa Qotrunada, putri bungsu KH.Didi Hudaya mendapat oplaus dari para penonton yang ikut bernyanyi bersama.
Dua karya lagu dari mini konser Kang Icep KH. Dr. Fadlil Yani Ainusyamsi yang menampilkan menambah suasana puncak acara berjalan makin meriah.
Kang Icep yang juga pimpinan Ponpes Darussalam Ciamis itu didaulat menyampaikan tausyiah kebudayaan, mengajak masyarakat untuk senantiasa melakukan filtrasi terhadap derasnya arus budaya yang terus menghampiri.
Walau sudah larut malam, sebagian penonton tidak beranjak dari tempat acara dan memilih menikmati acara hingga akhir acara.
Baca Juga: Raker di Alam Terbuka, DKKT Kota Tasikmalaya Perkuat Komitmen Bangun Khazanah Seni Budaya
Bahkan Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd. Diky Chandra Negara, Ketua PCNU Dudu Rohman, Wakil Ketua DPRD H. Wahid, Ketua FKUB H. Abun Sulaeman serta ketua panitia acara Ajengan Aan Farhan malah menyaksikan acara hingga ki Dalang Cevi Whiesa selesai menghibur.
Ketua Tanfidziah PCNU Kota Tasikmalaya KH.Dudu Rohman mengatakan, pihaknya optimistis bila NU akan berdiri kokoh selama seluruh jamaah tetap membentengi diri dengan nilai-nilai agama serta setia dan konsisten menjaga agama dan persatuan di tengah masyarakat.
"Tantangan saat memasuki perjalanan abad ke dua abad ini bukan kaleng-kaleng, " Katanya.
Tasikmalaya lanjut Dudu, disamping masih adanya sentimen radikalisme yang mengancam persatuan umat dan bangsa, derasnya perkembangan digitalisasi dan budaya global telah berperan menggerus akhlak, adab dan tradisi keilmuan. Begitupula kemiskinan dan ketimpangan sosial.
Artikel Terkait
Dedi Mulyadi Turun Tangan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat Ambil Alih Iuran BPJS Kesehatan Warga Sakit Kronis
Bungkam Medan Falcons, Jakarta Pertamina Enduro Gusur Puncak Klasemen Sementara Proliga 2026 Putri, Cek Daftarnya
Laga Final Piala Asia Futsal 2026, Seskab Teddy Pilih Nobar Timnas Futsal Indonesia di Malang Jawa Timur
Rekap Hasil Proliga 2026 seri Malang, Megawati Hangestri cs ke Bojonegoro, Jakarta Pertamina Enduro Kudeta Klasemen
Inilah Jadwal Proliga 2026 seri Bojonegoro, Aksi Megawati hingga Big Match Penentu Arah Persaingan Jelang Final Four
Perebutan Top Skor Proliga 2026 Putri Jadi Sorotan, Megawati Hangestri Panaskan Persaingan Jelang Seri Bojonegoro