Bencana Majalengka 1 Malam, Longsor Cikebo Lumpuhkan Jalur dan 65 Rumah Terendam Banjir

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Jumat, 13 Februari 2026 | 05:54 WIB
Bencana Majalengka sebabkan longsor Cikebo dan Banjir Majalengka, 14 titik terdampak dalam semalam, pada Rabu malam, 11 Februari 2026.  (Dok. BPBD Majalengka)
Bencana Majalengka sebabkan longsor Cikebo dan Banjir Majalengka, 14 titik terdampak dalam semalam, pada Rabu malam, 11 Februari 2026.  (Dok. BPBD Majalengka)

 

MAJALENGKA, Mediapriangan.com - Rentetan Bencana Majalengka terjadi dalam waktu hampir bersamaan pada Rabu malam, 11 Februari 2026. Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut memicu Longsor Cikebo hingga Banjir Majalengka di sejumlah kecamatan, menyebabkan gangguan akses jalan dan kerusakan permukiman warga.

Longsor Cikebo menjadi salah satu dampak paling terasa karena material tanah menutup sebagian Jalur Provinsi Maja Talaga yang menghubungkan Majalengka dengan Cikijing.

Arus lalu lintas sempat tersendat dan kendaraan tidak dapat melintas secara normal. Informasi yang beredar di media sosial menyebutkan kondisi jalan sempat lumpuh total.

Baca Juga: Camat Taraju Kumpulkan Seluruh SPPG, Tegaskan Wajib Ikuti Arahan Lingkungan Hidup

"Awalnya jalanan tertutup. Dua jalur sama sekali tidak bisa dilalui," demikian tertulis dalam postingan tersebut.

"Namun, pihak terkait segera bertindak dan sekarang jalan sudah dilalui dengan sistem buka tutup jalur," tambahnya.

Selain Longsor Cikebo, Bencana Majalengka juga memicu Banjir Majalengka di sejumlah titik. Data sementara mencatat sedikitnya 14 kejadian tersebar di 14 desa pada enam kecamatan, yakni Maja, Argapura, Talaga, Lemahsugih, Kadipaten, dan Panyingkiran.

Wilayah selatan disebut menjadi kawasan paling terdampak karena karakter geografisnya yang rawan longsor.

Baca Juga: Pembinaan Aparatur Desa 2026 Ditutup, Bupati Ciamis Larang Keras Pemotongan BPNT

Kepala Pelaksana BPBD Majalengka, Agus Tamim, menjelaskan bahwa hujan merata di hampir seluruh wilayah. "Hujan merata di seluruh wilayah Majalengka, dan daerah selatan yang memang rentan longsor menjadi wilayah dengan kejadian terbanyak," ujar Agus Tamim dalam pernyataan resminya, pada Kamis, 12 Februari 2026.

Dalam Bencana Majalengka kali ini, BPBD Majalengka memastikan belum ada laporan korban jiwa. "Dari 14 titik bencana tersebut, alhamdulillah hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa," tegas Agus.

Meski tanpa korban jiwa, dampak Banjir Majalengka cukup signifikan. Di Desa Bonang dan Leuwiseeng, air merendam puluhan rumah warga serta fasilitas ibadah. "Di Desa Bonang dan Leuwiseeng, sedikitnya 65 rumah warga serta rumah ibadah terendam banjir," ungkap Agus.

Baca Juga: Fraksi PKS DPRD Jabar Temui KDM di Lembur Pakuan, Bahas BPMU hingga Status Tanah Sekolah

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X