Mediapriangan.com - Sejumlah ruas jalan diperkirakan mengalami kepadatan lalu lintas saat puncak arus mudik Idulfitri 2026 di wilayah Jawa Barat. Pemerintah daerah bersama aparat terkait menyiapkan berbagai langkah pengaturan lalu lintas guna mengurangi potensi kemacetan di jalur mudik Jawa Barat.
Lonjakan kendaraan diprediksi terjadi di beberapa jalur utama non tol yang selama ini menjadi rute favorit masyarakat ketika melakukan perjalanan pulang kampung menjelang Idulfitri 2026. Kondisi tersebut membuat pemerintah melakukan berbagai strategi rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi dampak dari puncak arus mudik.
Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat Dhani Gumelar menjelaskan, beberapa titik yang diprediksi mengalami kemacetan berada di wilayah Simpang Jomin, Simpang Mutiara hingga Cikopo. Ketiga lokasi tersebut dikenal sebagai jalur pertemuan kendaraan dari berbagai daerah saat musim mudik.
Baca Juga: Lonjakan Mudik Lebaran 2026 di Jawa Barat, Puncak Arus Mudik Diprediksi H-3 Idulfitri
Untuk mengurangi kepadatan di kawasan tersebut, pemerintah akan melakukan pengaturan terhadap fasilitas putaran balik kendaraan.
Dinas Perhubungan Jawa Barat bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional berencana menutup sebagian besar putaran balik di jalur tersebut. Dari total puluhan titik u turn yang ada, hanya sebagian kecil yang akan tetap difungsikan selama periode puncak arus mudik Idulfitri 2026.
Selain wilayah tersebut, jalur Ciawi menuju Cibadak hingga Sukabumi juga diperkirakan menjadi salah satu jalur mudik Jawa Barat yang padat kendaraan. Pada jalur ini, aparat kepolisian akan menindak kendaraan angkutan barang dengan sumbu tiga atau lebih yang melintas pada periode puncak arus mudik.
Baca Juga: Bagaimana Online Video dan Edit Gambar Online Mengubah Kreativitas Digital
Penertiban juga akan dilakukan terhadap aktivitas masyarakat yang dinilai berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas. Pemerintah daerah akan menata parkir liar serta keberadaan pedagang kaki lima yang menggunakan badan jalan di jalur mudik Jawa Barat.
Kemacetan juga diperkirakan terjadi di jalur wisata yang menghubungkan Ciawi, Simpang Gadog hingga kawasan Puncak di Kabupaten Bogor. Pada jalur tersebut, aparat kepolisian berencana menerapkan sistem ganjil genap serta skema satu arah untuk mengatur pergerakan kendaraan selama Idulfitri 2026.
Satpol PP juga akan melakukan penertiban terhadap berbagai aktivitas masyarakat yang berpotensi memperlambat arus kendaraan sehingga tidak memperparah kemacetan pada puncak arus mudik.
Sementara itu, wilayah Simpang Susun Cileunyi dan kawasan Nagreg di Kabupaten Bandung juga menjadi perhatian dalam pengaturan lalu lintas menjelang Idulfitri 2026. Kedua lokasi tersebut kerap menjadi titik kepadatan kendaraan pada jalur mudik Jawa Barat menuju wilayah Priangan Timur.
Untuk mempercepat proses transaksi kendaraan di gerbang tol, pemerintah menyiapkan perangkat pembaca kartu tol elektronik yang dapat digunakan secara mobile.
Artikel Terkait
Setahun Memimpin, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Apresiasi Polda dan DPRD atas Perubahan di Jawa Barat
Pansus XI DPRD Jabar Dorong Pajak Air Permukaan Jadi Penopang PAD Jawa Barat, Regulasi Dibahas Bersama Perpamsi
Apresiasi MHQ, Anggota DPRD Jawa Barat Didi Sukardi Hadiri Quran Fest 2026 Kabupaten Ciamis
Wagub Erwan Dorong Japnas Cetak Mentor UMKM Jawa Barat Demi Perkuat Ekonomi Jabar
Mudik Aman Jadi Target, Wagub Erwan Tekankan Sinergi dan Kesiapan Operasi Ketupat 2026 di Jawa Barat
Lonjakan Mudik Lebaran 2026 di Jawa Barat, Puncak Arus Mudik Diprediksi H-3 Idulfitri