BOGOR, Mediapriangan.com - Upaya memperkuat PAD Jawa Barat melalui pajak air permukaan kini memasuki tahap pembahasan lebih mendalam.
Pansus XI DPRD Provinsi Jawa Barat menilai penyempurnaan regulasi menjadi kunci agar kebijakan yang dihasilkan tidak hanya memberikan kepastian hukum, tetapi juga berdampak nyata terhadap peningkatan pendapatan daerah.
Pembahasan tersebut mengemuka dalam kunjungan kerja Pansus XI ke Kantor Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor Training Centre, Kota Bogor, Rabu (18/2/2026).
Baca Juga: Diduga Mabuk saat Mengemudi, Sopir Bus PO Harapan Jaya Diamankan di Jombang, 61 Penumpang Dievakuasi
Dalam agenda itu, Pansus XI menggelar rapat kerja bersama Perpamsi Jawa Barat untuk menyerap masukan terkait Rancangan Peraturan Daerah yang mengatur pemanfaatan sumber daya air, khususnya pajak air permukaan.
Anggota Pansus XI, Daddy Rohanady, menegaskan bahwa pajak air permukaan merupakan instrumen penting dalam mendongkrak PAD Jawa Barat.
Menurutnya, optimalisasi penerimaan pajak akan menentukan ruang gerak pemerintah daerah dalam merealisasikan berbagai program pembangunan.
Baca Juga: Komisi V DPRD Jabar Soroti kekurangan ruang kelas di SMK Majalengka, RKB Jadi Prioritas 2026-2027
“Semakin optimal penerimaan pajak, maka semakin besar pula peluang pembangunan yang dapat direalisasikan. Sebaliknya, apabila penerimaan pajak rendah, maka kapasitas pembangunan juga akan terbatas,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pajak air permukaan memiliki posisi strategis karena sumber daya tersebut digunakan secara luas oleh masyarakat dan pelaku usaha.
Oleh sebab itu, Pansus XI memandang perlu adanya regulasi yang lebih komprehensif agar pemungutan pajak berjalan tertib dan adil, sekaligus tetap memperhatikan kepentingan pelayanan publik.
Baca Juga: Tarif parkir Tanah Abang Rp100 Ribu Bikin Heboh, Jukir Liar Ditindak dan Rano Karno Beri Respons
"Di sinilah pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan, termasuk perusahaan air minum, agar tercipta pemahaman bersama terkait kewajiban dan kontribusi dalam pengelolaan sumber daya air," kata Daddy.
Dalam forum tersebut, Pansus XI juga menekankan pentingnya keseimbangan antara peningkatan PAD Jawa Barat dan keberlanjutan lingkungan.
Artikel Terkait
Gubernur Dedi Mulyadi dan Kapolda Jabar Musnahkan Barang Bukti Kejahatan di Polda Jawa Barat
Setahun Memimpin, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Apresiasi Polda dan DPRD atas Perubahan di Jawa Barat
Bayi Monyet Punch di Ichikawa City Zoo Kini Diterima Kelompoknya, Dari Kesepian Jadi Simbol Harapan
Merger Asuransi Pelat Merah, Danantara Susun 3 Entitas Baru untuk Perkuat Industri Keuangan Nasional
Polemik wakaf Al-Quran Memanas, Taqy Malik Bantah mark up Harga 80 Riyal dan Ajak Tabayyun Terbuka
Situs Palsu DPRD Pangandaran Terungkap, Diskominfo Pangandaran Ingatkan Cek Domain .go.id sebelum Akses