Viral Konten MBG Cilacap Bandingkan Palestina, Ustaz Hilmi Soroti Tone Deaf dan Minta Fokus Gizi Anak Indonesia

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Rabu, 18 Maret 2026 | 22:20 WIB
Konten MBG Cilacap bandingkan Palestina viral. Ustaz Hilmi kritik tone deaf dan ingatkan fokus gizi anak Indonesia. (Instagram/hilmi.firdausi)
Konten MBG Cilacap bandingkan Palestina viral. Ustaz Hilmi kritik tone deaf dan ingatkan fokus gizi anak Indonesia. (Instagram/hilmi.firdausi)



 

CILACAP, Mediapriangan.com - Polemik konten MBG yang membandingkan kondisi Indonesia dengan Palestina memicu kritik luas di media sosial. Sorotan tajam datang dari Ustaz Hilmi yang menilai konten tersebut tidak sensitif.

Perbincangan ini bermula dari unggahan video milik SPPG Sidanegara 2 Cilacap yang memperlihatkan aktivitas dapur program makan bergizi. Namun, konten MBG itu juga menyisipkan visual kondisi anak-anak di Palestina, sehingga memicu reaksi publik.

Dalam video tersebut, narasi yang muncul menyinggung berbagai keluhan masyarakat terkait program MBG, lalu dikaitkan dengan situasi krisis kemanusiaan di Palestina. Perbandingan ini dinilai tidak tepat oleh banyak pihak, termasuk Ustaz Hilmi.

Baca Juga: Viral Petugas PTSP PN Jakarta Pusat Diduga Main Game Saat Jam Kerja, Aksi di Layar Ini Bikin Publik Heboh

Melalui media sosialnya, Ustaz Hilmi menyampaikan kritik tegas terhadap konten MBG yang dianggap tidak peka terhadap situasi global.

“Ya Rabb, konten apa ini? Tone deaf sekali...Astaghfirullah. Janganlah kalian mengeksploitasi penderitaan rakyat Gaza hanya untuk memoles citra program MBG dengan mengajarkan arti syukur,” tulisnya dalam unggahan Rabu, 18 Maret 2026 di akun Instagram @hilmi.firdausi.

Ia menegaskan bahwa kondisi Indonesia tidak dapat disandingkan dengan Palestina, yang tengah menghadapi konflik kemanusiaan berkepanjangan.

Baca Juga: Viral Guiding Block Berkelok di Cikini, Tunanetra Kebingungan hingga Keluar Jalur di Trotoar

“Kondisi Palestina sangat berbeda dengan Indonesia. By the Way, kalau kalian mau buat banyak dapur MBG di Gaza saya dukung 1000%,” ungkapnya.

Lebih jauh, Ustaz Hilmi juga mengingatkan agar pihak penyelenggara kembali pada tujuan utama program, yakni pemenuhan gizi anak di dalam negeri, bukan memperdebatkan hal yang berpotensi memicu konflik.

“Saran saya, fokus saja menyajikan menu bergizi buat anak-anak Indonesia, jangan malah memantik konflik horizontal dengan masyarakat yang kritis terhadap program MBG yang menghabiskan uang rakyat Rp335 T per tahun,” tulisnya.

Baca Juga: Viral menu rapelan MBG di Sleman, beda porsi dan harga jadi sorotan jelang libur sekolah

“Wajar masyarakat kritis karena uang pajak mereka yang digunakan untuk membiayai program ini,” tukasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X