“Kami juga akan mengumumkan kepada publik siapa-siapa yang menitipkan anaknya di sekolah unggul yang melanggar prinsip-prinsip transparansi dan prinsip-prinsip keunggulan sekolah itu sendiri,” ucapnya.
Menurut mantan pemimpin Purwakarta tersebut, pembentukan institusi elite ini harus diawali dengan fondasi yang jujur.
Kualifikasi akademik maupun nonakademik calon pelajar wajib menjadi satu-satunya parameter kelulusan, sehingga praktik-praktik koruptif masa lalu harus dipangkas habis.
“Tidak boleh sekolah unggul ada (siswa) titipan dari siapa pun atas nama apa pun dan untuk kepentingan apa pun,” kata Dedi.
Baca Juga: Rekor Hattrick Juara dan Rencana Museum di GBLA Warnai Sukses Besar Persib Bandung
Melalui komitmen ini, diharapkan tidak ada lagi anak-anak berbakat yang haknya terenggut oleh sistem kedekatan personal.
Pengawasan ketat akan terus diberlakukan hingga masa seleksi ditutup secara resmi menjelang akhir pekan nanti.
“Mari kita wujudkan anak-anak kita menjadi anak-anak berprestasi tanpa intervensi orang tuanya,” katanya.***
Artikel Terkait
Polres Lamongan Bina Dua Remaja Pelaku Prank Video Pocong Viral yang Sempat Resahkan Warga
Truk Terguling di Jalur Jogja-Wonosari Bikin Jalanan Putih, Jarak Pandang Terganggu Akibat Debu Pekat Kapur
Taktik Masayoshi Manabe di IBK Altos, Gagal Rekrut Rekan Duet Megawati hingga Soroti Keunggulan Setter Lawan
Bukan Megawati, IBK Altos Pilih Miwako Osanai dan Tunjuk Masayoshi Manabe untuk Dongkrak Stabilitas Tim
Rahasia di Balik Transfer Megawati Hangestri ke Hyundai Hillstate Terungkap, Kang Sung Hyung Blak Blakan Soal Ini
Suntikan Rp1 Miliar dari Kantong Pribadi KDM untuk Sejarah Baru Persib Bandung