Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, Iendra Sofyan, mengatakan SWJ-MFT Award 2026 tidak hanya berorientasi pada pemberian penghargaan, tetapi juga menjadi sarana peningkatan kualitas layanan melalui pendampingan dan pelatihan bagi pelaku industri pariwisata ramah Muslim.
"'Kegiatan ini bukan sekadar ajang penghargaan, namun momentum untuk meningkatkan standarisasi melalui pendampingan dan workshop pelatihan intensif terkait hospitality," ucap Iendra.
Baca Juga: Runutan Penggeledahan Rumah Jampidsus hingga Sitaan 74 Kg Emas, Berujung Febrie Adriansyah Mundur
Selain meningkatkan standar pelayanan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga terus memperkuat aspek aksesibilitas, promosi, serta digitalisasi sektor wisata ramah Muslim. Berbagai sosialisasi dilakukan melalui media massa dan media sosial, disertai penyusunan travel guide dan paket wisata khusus bersama asosiasi pariwisata.
Langkah tersebut dinilai relevan mengingat sekitar 97 persen penduduk Jawa Barat beragama Islam. Selain itu, provinsi ini juga menjadi tujuan wisatawan mancanegara dari Malaysia, Singapura, hingga kawasan Timur Tengah yang membutuhkan layanan wisata ramah Muslim.
Dalam pengembangannya, pemerintah juga menyiapkan konsep wisata religi berbasis masjid serta peningkatan fasilitas di kawasan rest area. Masjid At Thohir direncanakan menjadi salah satu destinasi wisata religi unggulan, sementara Rest Area Km 88 akan ditata agar memenuhi standar pariwisata ramah Muslim, termasuk penyediaan fasilitas ibadah dan kuliner halal.
Baca Juga: Febrie Adriansyah Mundur dari Jampidsus, Pernah Ungkap Perkembangan Kasus MBG dan Tambahan 47 Nama
Pelaksana Tugas Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata, Reza Pahlevi, mengapresiasi inisiatif Jawa Barat dalam menghadirkan SWJ-MFT Award 2026 dan IPKN Jawa Barat.
"Ini bisa menginspirasi daerah lain bagaimana destinasi yang baik khususnya bagi wisatawan muslim," katanya.
Senada dengan itu, Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah menegaskan bahwa pengembangan wisata ramah Muslim bukan bertujuan membatasi aktivitas wisata, melainkan menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi seluruh wisatawan sekaligus memperkuat daya saing destinasi di Jawa Barat menuju standar internasional.***
Artikel Terkait
Erwan Setiawan Ikut Sensus Ekonomi 2026, BPS Jawa Barat Ajak Pelaku Usaha Sukseskan Pendataan
Jadwal Film Bioskop Tasik XXI Plaza Asia dan Transmart Hari Ini, Sabtu 11 Juli 2026, Petaka Gunung Welirang Tayang
Bupati Ciamis Minta Pengurus IDI Baru Layani Pasien Tanpa Membedakan Status Sosial
4 Rekomendasi Ramen di Bintaro yang Enak dan Halal, Ada Menu Mulai Rp17 Ribuan
4 Rekomendasi Tempat Makan Nasi Padang di Bandung yang Enak, Ada Dendeng Batokok hingga Bu Mus
Bupati Sukoharjo Etik Suryani Jadi Tersangka KPK, Diduga Terima Setoran Upah Pungut Rp2,93 Miliar