Di sisi lain, muncul dugaan bahwa aksi tersebut dipicu persoalan psikologis yang berkaitan dengan pengalaman perundungan di lingkungan sekolah.
Kabid Humas Polda Sumatera Barat, Kombes Susmelawati, menyampaikan hasil pendalaman sementara terkait dugaan motif siswa yang sedang ditelusuri penyidik.
Baca Juga: Mahfud MD Usul KPK Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah, Begini Respons Resmi Lembaga Antirasuah
"Diamankan seorang siswa kelas 12 inisial R yang dipicu masalah psikologis," jelas Susmelawati dalam keterangannya di Padang, pada Selasa, 14 Juli 2026.
Ia juga menjelaskan bahwa dugaan sementara mengarah pada pengalaman perundungan yang dialami terduga pelaku.
"Sehingga dia membalas dengan jalan pintas membuat bom dengan ledakan rendah atau low eksplosif," tambahnya.***
Artikel Terkait
Penjualan BBM Pertamax Turun 30 Persen di Kota Tasikmalaya, Pengguna Beralih ke Pertalite
TPID Kabupaten Tasikmalaya Perkuat Mitigasi El Nino, Bank Indonesia Fokus Jaga Inflasi Daerah
Pimpinan Ponpes Al-Ibrahimy Jadi Tersangka Kasus Pembakaran Santri di Lombok, Ajukan Praperadilan
Tim Hotman Paris Ungkap Sulit Temui Korban Pembakaran Santri, Sebut Proses Izin Berlapis Picu Tanda Tanya