Penjual Nasi Uduk Ungkap Awal Bentrok Matraman, Berawal dari Geber Motor hingga Gerobaknya Rusak

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Senin, 27 Juli 2026 | 14:54 WIB
Penjual nasi uduk Rusdi menceritakan awal bentrok Matraman. Geber motor memicu keributan hingga gerobaknya rusak dan seorang pemuda tewas. (Instagram/bangranistones)
Penjual nasi uduk Rusdi menceritakan awal bentrok Matraman. Geber motor memicu keributan hingga gerobaknya rusak dan seorang pemuda tewas. (Instagram/bangranistones)

 

JAKARTA, Mediapriangan.com - Seorang penjual nasi uduk di kawasan Matraman, Jakarta, harus menerima kenyataan gerobak dagangannya mengalami kerusakan setelah bentrokan dua kelompok warga pecah pada Minggu, 26 Juli 2026 hingga Senin dini hari, 27 Juli 2026.

Penjual nasi uduk tersebut bernama Rusdi. Ia menceritakan bagaimana keributan yang terjadi di sekitar lokasi dagangannya bermula dari persoalan suara kendaraan yang bising.

Menurut Rusdi, situasi awalnya dipicu oleh aksi geber motor yang dilakukan dua pengendara ketika melintas di sekitar warung nasi uduk miliknya. Suara knalpot yang dianggap mengganggu kemudian membuat sejumlah orang yang sedang makan menegur pengendara tersebut.

Baca Juga: Megawati Hangestri Bawa Efek Besar ke Hyundai Hillstate, Popularitas Klub Melonjak Sebelum Liga Voli Korea Dimulai

Kesaksian Rusdi itu sejalan dengan penjelasan Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung. Polisi menyebut persoalan tersebut bermula dari dua pengendara yang melintas menggunakan sepeda motor sambil menggeber kendaraan.

“Bahwasannya ada 2 orang yang menggunakan kendaraan bermotor melewati jualan nasi uduk yang gerobaknya berdampak dirusak, itu karena menggeber-geber motornya,” ucap Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung kepada awak media pada Senin, 27 Juli 2026.

“Knalpot tersebut membuat kebisingan, mereka ditegur tidak terima,” lanjutnya.

Rusdi kemudian mengungkapkan versi kejadian yang ia ketahui. Menurutnya, teguran yang diberikan kepada pengendara justru berkembang menjadi persoalan lebih besar.

Baca Juga: Kementerian HAM Soroti Kasus Pengeroyokan di Bali, Terduga Maling Ayam Tewas dan Keluarga Korban Didampingi

“Awalnya itu orang bawa motor, knalpotnya berisik, digeber-geber sama dia. Terus enggak terima ada orang yang negur, yang lagi makan di saya,” ucap Rusdi dalam video yang diunggah oleh akun Instagram @bangranistones, dikutip pada Senin, 27 Juli 2026.

Pengendara Kembali Bersama Sejumlah Orang

Keributan tidak langsung berakhir setelah dua pengendara tersebut meninggalkan lokasi. Rusdi menyebut keduanya kemudian kembali bersama sejumlah orang lain yang datang menggunakan sepeda motor.

Kehadiran rombongan tersebut membuat suasana di sekitar warung nasi uduk berubah menjadi tegang. Rusdi menyebut jumlah orang yang datang kembali mencapai sekitar 10 orang.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X