Kebakaran TPS Kramat Jati Tewaskan Petugas Damkar, Warga Soroti Sampah Ilegal dan Lambannya Penanganan

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Senin, 3 Agustus 2026 | 10:35 WIB
Kebakaran TPS Kramat Jati menewaskan petugas Damkar Andriyono. Warga menyoroti sampah ilegal, akses lokasi dan penanganan kebakaran di Jakarta Timur.
Kebakaran TPS Kramat Jati menewaskan petugas Damkar Andriyono. Warga menyoroti sampah ilegal, akses lokasi dan penanganan kebakaran di Jakarta Timur.

“Saya disuruh hapus status WhatsApp dan ditelepon sama orang kelurahan. Lucu sekali, setakut itu kah mereka? Bukti semuanya sudah saya screenshot,” tulis pemilik akun.

Ia juga mengungkapkan adanya persoalan konsumsi bagi petugas yang berada di lapangan. Menurut pengakuannya, warga kemudian berinisiatif memberikan bantuan konsumsi kepada personel pemadam kebakaran.

“Komandan pemadam pun ngomong ke saya kalo anak buahnya kehausan kenapa warga ga ada yang kasih air. Langsung saat itu juga saya beli konsumsi untuk mereka. Jangan tanya lurah, RT dan RW-nya kemana,” lanjutnya.

Warga bahkan berusaha mencari cara lain untuk mendukung proses pemadaman. Salah satunya dengan mengupayakan penggunaan beko agar petugas lebih mudah menangani tumpukan sampah yang terbakar.

Baca Juga: Siomay Bandung yang Bikin Penasaran, Baso Tahu Tulen, Shin Chan dan Baso Tahu Lina, Mana Favoritmu?

Akses ke Lokasi Disebut Menjadi Kendala

Persoalan akses menjadi salah satu hal yang disorot dalam unggahan warga. Menurut pemilik akun, kondisi lokasi membuat alat berat tidak mudah masuk ke titik kebakaran.

“Jawaban Lurah kalau mereka punya 2 beko hanya saja yang satu tidak bisa diangkat dari air dan satu lagi tidak ada akses untuk datang ke lokasi, jadi kalau beko datang tetap tidak bisa masuk,” jelasnya.

Keluhan tersebut kemudian disampaikan sebagai bagian dari kritik terhadap proses penanganan kebakaran Jakarta Timur.

“Saya cuma muak sama penangan yang lama dan tidak adanya konsumsi untuk para pemadam,” sambungnya.

Di sisi lain, informasi resmi Pemprov DKI menunjukkan penanganan kebakaran memang berlangsung sejak Sabtu pagi. Sebanyak 10 unit mobil pemadam dan 50 personel dikerahkan ke lokasi.

Baca Juga: Kuliner Malam Purwokerto, Sega Gemblung dan 3 Tempat Ramai yang Wajib Dicoba hingga Larut

Laporan JAKI Disebut Sempat Ditolak

Persoalan lain yang diungkap warga berkaitan dengan upaya pelaporan mengenai keberadaan sampah ilegal di lokasi tersebut.

Pemilik utas mengaku telah mencoba menggunakan kanal pengaduan JAKI. Namun, menurut pengakuannya, laporan yang disampaikan tidak diterima.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X