Informasi tersebut, kata dia, tercantum dalam Surat Pemberitahuan Perkembangan Penyidikan Nomor B/516/VII/2026/Ditreskrimum yang diterima ayah dr Icha, Gabriel Pakaenoni.
Dengan perkembangan ini, kasus dr Icha yang sebelumnya menjadi perhatian publik kini memasuki tahap penanganan terhadap tiga anggota DPRD TTU sebagai tersangka.
Dugaan Intimidasi Bermula dari Penanganan Pasien Gigitan Ular
Kasus intimidasi yang menyeret tiga anggota DPRD TTU tersebut berawal dari peristiwa di Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Leona Kefamenanu pada 13 Juni 2026.
Baca Juga: Viral Petugas Damkar Balikpapan Tegur Warga Bakar Ban Dekat Permukiman, Ingatkan Risiko Kebakaran
Saat itu, dr Icha disebut menangani seorang pasien yang mengalami gigitan ular. Pasien tersebut kemudian berhasil diselamatkan.
Dalam perkembangan kasus, muncul dugaan adanya tekanan dan intimidasi terhadap dr Icha yang berkaitan dengan penanganan pasien tersebut. Pihak keluarga kemudian membawa perkara itu ke jalur hukum.
Namun, hubungan antara dugaan intimidasi dengan kondisi psikologis hingga meninggalnya dr Icha merupakan bagian dari perkara yang masih dalam proses penyidikan dan tidak dapat disimpulkan sebagai penyebab kematian tanpa hasil pemeriksaan dan pembuktian lebih lanjut.
Baca Juga: Duel Siswa SMP di Kota Jambi Berujung Maut, Korban 14 Tahun Tewas dalam Perkelahian Antarsiswa
dr Icha Ditemukan Meninggal Dunia
Beberapa hari setelah peristiwa tersebut, dr Icha ditemukan meninggal dunia di rumahnya di Perumahan RSS Baumata, Desa Baumata Barat, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, pada Jumat, 26 Juni 2026.
Sebelum meninggal, dr Icha disebut mengalami tekanan psikologis setelah dugaan intimidasi yang berkaitan dengan pekerjaannya menangani pasien.
Kepergian dr Icha kemudian meninggalkan duka bagi keluarga. Jenazahnya dimakamkan pada Senin, 29 Juni 2026 dan proses pemakaman dihadiri ribuan pelayat.
Peristiwa tersebut selanjutnya berkembang menjadi persoalan hukum setelah keluarga melaporkan dugaan intimidasi ke Polda NTT pada Jumat, 3 Juli 2026.Selain tiga anggota DPRD TTU, laporan keluarga juga mencantumkan seorang aparatur sipil negara berprofesi sebagai dokter hewan yang bertugas di Dinas Peternakan TTU, Maria Mathildis Sau.
Baca Juga: Pendaki 16 Tahun Tewas di Jurang Gunung Sumbing, Terpisah saat Turun dari Puncak Sejati
Artikel Terkait
Padel KONI Kota Tasikmalaya Raih Juara 2 Turnamen Padel KONI Jawa Barat 2026
Mojang Jajaka Jawa Barat 2026 Dituntut Jadi Duta Wisata di Era Digital, Gen Z Jadi Sasaran Promosi
Kalisha Rayakan Anniversary ke-7 Lewat Rupa Peran, Hadirkan Aurel Hermansyah hingga Ratusan Affiliator
Kronologi Kebakaran Kampung Adat Sade Lombok, 129 Rumah Hangus dan 320 Warga Terdampak
Seniman Ketoprak Sarjiyono Wafat Saat Pentas di Bantul, Sempat Berlakon Sebelum Tiba-tiba Ambruk
Viral Siswa SMA di Bener Meriah Diduga Dikeroyok Kakak Kelas, Polisi Mulai Usut Kasusnya