MERAUKE, Mediapriangan.com - Perjalanan kasus kematian Julia Risky Ramadiana, anak disabilitas berusia 11 tahun di Merauke, berakhir pada fakta yang tidak disangka. Ayah kandung korban berinisial MRP yang sebelumnya mendapat simpati publik kini ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan.
Sebelum status tersangka diumumkan polisi, MRP justru beberapa kali tampil di hadapan publik. Ia menyampaikan kesedihan atas kepergian putrinya sekaligus meminta aparat segera mengungkap orang yang dianggap bertanggung jawab.
Sikap tersebut membuat sosok Ayah Kandung Julia Risky sempat dipandang sebagai orang tua yang tegar menghadapi kehilangan.
Dalam sebuah acara setelah kematian Julia, MRP bahkan menyampaikan apresiasi atas dukungan masyarakat yang ikut merasakan duka keluarganya.
Baca Juga: Kabut Asap Karhutla Bikin Jarak Pandang di Kalsel Menipis, Pengendara Saling Bunyikan Klakson
“Saya tidak menyangka kalian sangat peduli dengan apa yang terjadi pada keluarga kecil saya. Terima kasih kepada kalian yang telah merasakan duka yang saya rasakan,” ucap MRP dalam sebuah acara usai kematian Julia, dikutip dari video unggahan akun Instagram @info_kejadian_merauke pada Jumat, 21 Agustus 2026.
Ia juga berharap tragedi yang dialami putrinya tidak kembali menimpa anak-anak lain.
“Saya berdiri sebagai percontohan pertama dari kasus luar biasa, kebiadaban seperti ini hanya bisa dilawan dengan kita saling peduli satu sama lain,” lanjutnya.
“Biar tidak ada Julia Risky lagi yang jadi korban kebiadaban,” sambungnya.
Baca Juga: Karhutla Kalimantan Picu Kabut Asap ke Malaysia, 108 Sekolah Ditutup dan 13 Wilayah Terdampak
Harapan Merauke Menjadi Kota Aman
Dalam kesempatan berbeda ketika bertemu dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia, MRP kembali berbicara mengenai keamanan anak dan perempuan di Merauke.
Saat itu, ia meminta kasus kematian putrinya segera terungkap dan berharap tidak ada korban berikutnya.
Artikel Terkait
Viral Pengunjung Taman Safari Indonesia Buka Kaca Mobil di Area Harimau, Warganet Soroti Aksinya
Pemotongan TPP ASN Picu Kekhawatiran, NPL Perbankan Priangan Timur Capai 4,75 Persen
Bamus Betawi Minta Warga Pati Tak Demo di Jakarta 27 Agustus, Seruan Jaga Ibu Kota
KPK Ungkap Biaya Tambahan Jalur Mandiri Unsoed, Orang Tua Mahasiswa Dibebani di Luar UKT dan IPI
Mahasiswa Unsoed Jalur Mandiri Terseret Kasus Dugaan Korupsi, KPK Tegaskan Tetap Bisa Kuliah
Media, Idealisme, dan Bisnis Media: Mengapa Jurnalisme Harus Berubah agar Tetap Bertahan