Erupsi Gunung Anak Krakatau Berulang, Asap Diprediksi Tembus 13 Km dan Warga Diminta Jauhi Radius 3 Km

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Sabtu, 5 September 2026 | 14:17 WIB
Gunung Anak Krakatau kembali erupsi. BRIN menyoroti kolom asap yang diprediksi mencapai 13 km, sementara warga diminta menjauh 3 km. (Instagram.com / halokrw - bantenraya - _yusufmuhammad)
Gunung Anak Krakatau kembali erupsi. BRIN menyoroti kolom asap yang diprediksi mencapai 13 km, sementara warga diminta menjauh 3 km. (Instagram.com / halokrw - bantenraya - _yusufmuhammad)

Baca Juga: Pelantikan Pengurus DPC Gekrafs Kota Tasikmalaya, 37 Pengurus Dikukuhkan, Bidik Perda Ekonomi Kreatif

"(Hal) yang memungkinkan apa yang disemburkan di wilayah khatulistiwa bisa ditransfer ke negara-negara subtropis," imbuhnya.

Sementara itu, laporan pemantauan PVMBG pada Sabtu, 5 September 2026 menyebut kondisi visual Gunung Anak Krakatau terlihat jelas hingga tertutup kabut 0-III. Pada periode pengamatan tersebut, asap kawah tidak teramati.

"Pengamatan visual: Gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati," tulis Rioboneik dalam laporannya, pada hari yang sama.

Baca Juga: Superdesa V2 Ciamis Disiapkan, Layanan Desa Bakal Terintegrasi dengan Helo Ciamis dalam Satu Portal Digital

Sebelumnya, aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau juga sempat membuat warga di Pandeglang, Banten, melaporkan adanya getaran pada bangunan rumah. Laporan tersebut beredar melalui unggahan media sosial pada Sabtu, 5 September 2026.

"Tidak ada gempa yang dirasakan, namun pintu dan jendela rumah bergetar disertai suara dentuman yang terdengar berulang," tulis postingan tersebut.

Penyebab pasti getaran yang dirasakan warga tersebut belum dapat dipastikan.

Baca Juga: Kebakaran Masuk Jalur Pendakian, TWA Kawah Ijen Ditutup Total, Pemadaman Masih Berlangsung

Secara geografis, Gunung Anak Krakatau berada di kawasan Selat Sunda, di antara pesisir barat Banten dan pesisir selatan Lampung. Secara administratif, gunung api tersebut berada di wilayah Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung.

Status Level III Siaga pada Gunung Anak Krakatau telah ditetapkan Badan Geologi sejak Juli 2026. Pada level tersebut, masyarakat di sekitar gunung api serta pengunjung dan wisatawan tidak diperbolehkan memasuki wilayah radius 3 km dari pusat aktivitas.

Dengan status Level III Siaga tersebut, aktivitas di sekitar radius 3 km dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau masih harus dihindari.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X