Banyak Unsur Dilibatkan
Operasi terhadap 5 jurnalis tersebut tidak hanya dilakukan oleh satu instansi. Sejumlah unsur dikerahkan untuk memperluas kemampuan pencarian, baik dari unsur SAR, aparat keamanan, pemerintah maupun masyarakat sekitar.
Personel yang terlibat antara lain berasal dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, USS Pandeglang, Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung, TNI-Polri, pemerintah daerah, Balawista, nelayan, masyarakat, serta unsur terkait lainnya.
Keterlibatan berbagai unsur itu dilakukan agar wilayah pencarian dapat dibagi dan dipantau dari sejumlah arah. Area penyisiran juga akan disesuaikan berdasarkan perkembangan informasi di lapangan.
Rizky mengatakan evaluasi terhadap operasi akan dilakukan secara berkala. Faktor cuaca, kondisi arus laut, serta informasi terbaru mengenai keberadaan kapal menjadi pertimbangan dalam menentukan langkah pencarian berikutnya.
“Kondisi cuaca di lokasi pencarian dilaporkan cerah berawan, dengan angin bertiup dari arah selatan ke utara berkecepatan sekitar 14 knot dan tinggi gelombang berkisar antara 0,4 hingga 1 meter,” terangnya.
Baca Juga: Kapal Pemancing Penuh Pasir Hitam Usai Dekat Gunung Anak Krakatau, Erupsi Terekam Saat Malam
Berawal dari Speedboat Hilang Kontak
Peristiwa ini bermula ketika speedboat Arupadhatu 1 yang membawa delapan orang dilaporkan hilang kontak pada Senin, 7 September 2026 sore.
Kapal tersebut sebelumnya berangkat dari kawasan Carita menuju Gunung Anak Krakatau. Rombongan berada di atas kapal untuk melakukan aktivitas peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau.
“Selasa, 8 September 2026 Kantor SAR Banten menerima laporan satu unit speedboat hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten,” tulis keterangan Kantos SAR Banten pada Rabu, 9 September 2026.
Baca Juga: Bandara Soetta Tutup hingga 13.30 WIB, Penumpang Menumpuk akibat Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
“Sebelumnya (kapal) bertolak dari wilayah Carita menuju Gunung Anak Krakatau,” imbuhnya.
Dari delapan orang yang berada di dalam kapal, lima di antaranya merupakan jurnalis. Mereka adalah M Bagus Khoirunnas, jurnalis Antara Biro Banten, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari Inews, Daus dari Anadolu, serta Donal yang berprofesi sebagai jurnalis freelance.
Sementara tiga orang lainnya merupakan awak kapal. Mereka yakni Warta sebagai kapten, Surakman sebagai BK, dan Heriyanto yang bertugas sebagai guide atau pemandu.
Artikel Terkait
14 Santri Tewas dan 49 Masih Hilang dalam Tragedi Ambruknya Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, Tim SAR Terus Cari Korban
Tragis! Mahasiswa UNM Nur Ichsan Jatuh dari Jembatan Kembar Gowa, Tim SAR Temukan Jasad Setelah 18 Jam
Operasi SAR Majenang Masuk Hari Keenam, Bupati Cilacap Umumkan Total 18 Korban Ditemukan
Tim SAR Temukan Bocah 6 Tahun Korban Terseret Arus Sungai Cikalang Tasikmalaya
Pendaki Gunung Ijen Selamat usai Hilang, Operasi SAR Banyuwangi Ungkap Fakta Baru di Kawah Ijen
Operasi SAR Helikopter PK-CFX Berakhir Duka, 8 Korban Meninggal Dunia Berhasil Dievakuasi dari Hutan Sekadau