Penyisiran Hari Pertama Belum Berbuah Hasil
Operasi pencarian terhadap 5 jurnalis dan tiga awak kapal mulai dilakukan pada Selasa, 8 September 2026. Namun, pencarian hari pertama belum menghasilkan petunjuk mengenai keberadaan speedboat Arupadhatu 1.
Pada hari kedua, Tim SAR Gabungan kembali memperluas area penyisiran dengan mengerahkan empat SRU. Upaya tersebut diperkuat penggunaan sejumlah alutsista, termasuk drone thermal, sementara pencarian melalui helikopter atau pesawat belum memungkinkan akibat abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau.
Hingga Rabu, 9 September 2026, pencarian masih berlangsung di perairan sekitar lokasi terakhir hilang kontak. Tim di lapangan terus menyesuaikan pola penyisiran dengan kondisi cuaca, arus, gelombang, dan informasi terbaru yang diperoleh selama operasi.***
Artikel Terkait
14 Santri Tewas dan 49 Masih Hilang dalam Tragedi Ambruknya Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, Tim SAR Terus Cari Korban
Tragis! Mahasiswa UNM Nur Ichsan Jatuh dari Jembatan Kembar Gowa, Tim SAR Temukan Jasad Setelah 18 Jam
Operasi SAR Majenang Masuk Hari Keenam, Bupati Cilacap Umumkan Total 18 Korban Ditemukan
Tim SAR Temukan Bocah 6 Tahun Korban Terseret Arus Sungai Cikalang Tasikmalaya
Pendaki Gunung Ijen Selamat usai Hilang, Operasi SAR Banyuwangi Ungkap Fakta Baru di Kawah Ijen
Operasi SAR Helikopter PK-CFX Berakhir Duka, 8 Korban Meninggal Dunia Berhasil Dievakuasi dari Hutan Sekadau