Delapan Pendaki Ilegal Gunung Semeru Diamankan, 1 Sempat Tersesat di Jalur Curam dan Penuh Batuan

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Kamis, 10 September 2026 | 19:31 WIB
Delapan pendaki ilegal Gunung Semeru diamankan. Satu orang sempat tersesat di jalur terjal sebelum ditemukan tim pencari. (Instagram/dkcbe1 - kijang.arjuno)
Delapan pendaki ilegal Gunung Semeru diamankan. Satu orang sempat tersesat di jalur terjal sebelum ditemukan tim pencari. (Instagram/dkcbe1 - kijang.arjuno)

MALANG, Mediapriangan.com - Perjalanan delapan pendaki menuju Gunung Semeru berakhir dengan penanganan petugas Taman Nasional Bromo Tengger Semeru setelah mereka diketahui menggunakan jalur tidak resmi.

Satu dari delapan pendaki bahkan sempat tersesat ketika turun dari kawasan Gunung Semeru. Tim pencarian baru menemukan pendaki tersebut pada Rabu, 8 September 2026, setelah sebelumnya tujuh orang telah diamankan.

Kepala Bagian Tata Usaha BB TNBTS, Bambang Suriyono, mengatakan delapan pendaki tersebut diduga saling bertemu ketika berada di perjalanan. Mereka sebelumnya tidak berangkat sebagai satu kelompok.

“Tujuh orang ditemukan Senin, 7 September 2026 sore hari. Satu orang ketemu Rabu, 8 September 2026. Sepertinya mereka satu rombongan,” ucap Bambang dalam keterangannya kepada awak media pada Rabu, 9 September 2026.

Delapan pendaki itu diketahui berasal dari sejumlah daerah, di antaranya Surabaya, Tuban, dan Kediri.

Baca Juga: Api Gunung Awu Sangihe Belum Padam, Kobaran Makin Dekat ke Permukiman hingga Pendaki Jadi Tersangka

Lewat Jalur Tidak Resmi

Para pendaki memasuki kawasan Gunung Semeru melalui jalur situs Candi Jawar di Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Akses tersebut bukan jalur pendakian resmi Gunung Semeru. TNBTS menetapkan Ranupani di Kabupaten Lumajang sebagai satu-satunya jalur resmi untuk aktivitas pendakian.

Pendakian melalui jalur ilegal itu diduga berlangsung pada Senin, 7 September 2026 dini hari. Pada hari yang sama, petugas mulai melakukan pencarian setelah mengetahui adanya aktivitas pendakian melalui akses tersebut.

Tujuh pendaki kemudian ditemukan ketika sedang menuruni gunung dan langsung diamankan petugas. Sementara seorang pendaki bernama Isha masih belum ditemukan hingga pencarian dilanjutkan.

Jalur yang dilewati Isha menjadi salah satu bagian tersulit dalam proses pencarian karena kondisi medan yang curam dan dipenuhi batuan.

Baca Juga: Kebakaran RSSA Malang, 45 Pasien Anak Dievakuasi hingga Ruang Perawatan Masih Tercium Asap

Tebing Curam Hambat Pencarian

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X