MALANG, Mediapriangan.com - Perjalanan delapan pendaki menuju Gunung Semeru berakhir dengan penanganan petugas Taman Nasional Bromo Tengger Semeru setelah mereka diketahui menggunakan jalur tidak resmi.
Satu dari delapan pendaki bahkan sempat tersesat ketika turun dari kawasan Gunung Semeru. Tim pencarian baru menemukan pendaki tersebut pada Rabu, 8 September 2026, setelah sebelumnya tujuh orang telah diamankan.
Kepala Bagian Tata Usaha BB TNBTS, Bambang Suriyono, mengatakan delapan pendaki tersebut diduga saling bertemu ketika berada di perjalanan. Mereka sebelumnya tidak berangkat sebagai satu kelompok.
“Tujuh orang ditemukan Senin, 7 September 2026 sore hari. Satu orang ketemu Rabu, 8 September 2026. Sepertinya mereka satu rombongan,” ucap Bambang dalam keterangannya kepada awak media pada Rabu, 9 September 2026.
Delapan pendaki itu diketahui berasal dari sejumlah daerah, di antaranya Surabaya, Tuban, dan Kediri.
Baca Juga: Api Gunung Awu Sangihe Belum Padam, Kobaran Makin Dekat ke Permukiman hingga Pendaki Jadi Tersangka
Lewat Jalur Tidak Resmi
Para pendaki memasuki kawasan Gunung Semeru melalui jalur situs Candi Jawar di Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Akses tersebut bukan jalur pendakian resmi Gunung Semeru. TNBTS menetapkan Ranupani di Kabupaten Lumajang sebagai satu-satunya jalur resmi untuk aktivitas pendakian.
Pendakian melalui jalur ilegal itu diduga berlangsung pada Senin, 7 September 2026 dini hari. Pada hari yang sama, petugas mulai melakukan pencarian setelah mengetahui adanya aktivitas pendakian melalui akses tersebut.
Tujuh pendaki kemudian ditemukan ketika sedang menuruni gunung dan langsung diamankan petugas. Sementara seorang pendaki bernama Isha masih belum ditemukan hingga pencarian dilanjutkan.
Jalur yang dilewati Isha menjadi salah satu bagian tersulit dalam proses pencarian karena kondisi medan yang curam dan dipenuhi batuan.
Baca Juga: Kebakaran RSSA Malang, 45 Pasien Anak Dievakuasi hingga Ruang Perawatan Masih Tercium Asap
Tebing Curam Hambat Pencarian
Artikel Terkait
137 Siswa dan Guru SMAN 1 Tunjungan Blora Alami Diare Usai MBG, Penyebab Keracunan Masih Diusut
Kasus Keracunan MBG Berulang, Mahfud MD Desak SPPG yang Bersalah Diproses Hukum
Abdul Hakim Ritonga Tutup Usia, Ini Rekam Jejak Eks Wakil Jaksa Agung hingga Pernah Jadi Jampidum
Rakernas AKSI di DPR RI Bahas Persoalan Desa, Rekomendasi Kepala Desa 28 Provinsi Segera Disampaikan ke Pemerintah
Kebakaran TPA Galuga Bogor Meluas hingga 42 Hektare, Helikopter TNI AU Dikerahkan untuk Water Bombing
273 Siswa dan 43 Guru Diduga Keracunan MBG di Pati, Makanan Datang Terlambat hingga SPPG Ditutup