MANGGARAI, Mediapriangan.com - Kondisi SDN Mboeng di Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, atau NTT, yang sempat viral karena keterbatasan fasilitas, kini masuk dalam program revitalisasi sekolah tahun 2026.
Sekolah berdinding bambu tersebut menjadi bagian dari ribuan satuan pendidikan di NTT yang akan mendapatkan pembenahan sarana dan prasarana. Kemendikdasmen menyatakan revitalisasi SDN Mboeng akan dilakukan pada tahun ini.
Direktur Sekolah Dasar Kemendikdasmen, Moch Salim Somad, mengatakan keterbatasan ruang belajar menjadi salah satu persoalan yang masih dihadapi SDN Mboeng.
"Keterbatasan ruang kelas membuat SDN Mboeng masih menggunakan empat ruang kelas darurat," kata Salim dalam keterangannya, pada Kamis, 10 September 2026.
Menurut Salim, kondisi tersebut berpengaruh terhadap penyediaan ruang belajar yang aman dan nyaman bagi siswa. Karena itu, revitalisasi SDN Mboeng menjadi bagian dari penanganan kebutuhan infrastruktur sekolah.
"Kondisi tersebut selama ini menjadi salah satu tantangan bagi sekolah dalam memberikan layanan pendidikan yang aman dan nyaman bagi para siswa," tambahnya.
Baca Juga: Delapan Pendaki Ilegal Gunung Semeru Diamankan, 1 Sempat Tersesat di Jalur Curam dan Penuh Batuan
Sebelumnya, kondisi SDN Mboeng NTT kembali ramai diperbincangkan setelah unggahan Instagram @cretivox pada Kamis, 10 September 2026, memperlihatkan keterbatasan fasilitas di sekolah tersebut.
Dalam unggahan itu disebutkan, sekolah berdinding bambu tersebut telah lama tidak mendapatkan renovasi. Beberapa ruang belajar juga masih menggunakan lantai tanah.
"Sudah 18 tahun tidak tersentuh renovasi, SDN Mboeng di Manggarai Timur, NTT, masih harus belajar di ruang berdinding bambu dan berlantai tanah," tulis postingan tersebut.
"Bahkan, sekolah ini belum memiliki akses listrik," sambungnya.
Baca Juga: Api Gunung Awu Sangihe Belum Padam, Kobaran Makin Dekat ke Permukiman hingga Pendaki Jadi Tersangka
Artikel Terkait
137 Siswa dan Guru SMAN 1 Tunjungan Blora Alami Diare Usai MBG, Penyebab Keracunan Masih Diusut
Kasus Keracunan MBG Berulang, Mahfud MD Desak SPPG yang Bersalah Diproses Hukum
Kebakaran TPA Galuga Bogor Meluas hingga 42 Hektare, Helikopter TNI AU Dikerahkan untuk Water Bombing
273 Siswa dan 43 Guru Diduga Keracunan MBG di Pati, Makanan Datang Terlambat hingga SPPG Ditutup
Kebakaran RSSA Malang Bikin 45 Pasien Anak Dievakuasi, Ruang Perawatan Masih Berbau Asap
Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, BNPB Petakan Sirene Tsunami di Pesisir Banten