GAM juga mempersoalkan narasi panic buying yang sebelumnya dikaitkan dengan antrean di sejumlah SPBU di Sulawesi Selatan.
Fajar menilai penyebutan Panic Buying berpotensi membuat masyarakat seolah menjadi pihak yang bertanggung jawab atas situasi kelangkaan BBM dan gas elpiji 3 kilogram.
"Persoalan kelangkaan BBM dan gas LPG 3 kilo itu kemudian tidak mampu dibenarkan dengan alasan bahwa masyarakat yang kemudian salah karena dia yang panik sehingga melakukan pembelian secara tidak wajar," tegasnya.
Baca Juga: Mukota V Kadin Kota Tasikmalaya di Tengah Mundurnya 4 Panitia Inti, Tetap Digelar Hari Ini
Menurut Fajar, persoalan utama yang seharusnya dijelaskan adalah kemampuan distribusi BBM dan gas kepada masyarakat. Ia menilai kondisi tersebut tidak cukup diselesaikan dengan menyebut perilaku masyarakat sebagai penyebab antrean.
"Saya kira kendalanya jelas bahwa Pertamina tidak mampu untuk mendistribusikan secara optimal terkait persoalan ini," sebut Fajar.
"Kemudian dia juga tidak mampu memberikan solusi dan hanya menyalahkan masyarakat itu sendiri," tambahnya.
Kericuhan Sempat Terjadi
Demonstrasi Pertamina Sulsel yang semula berlangsung kondusif kemudian memanas setelah massa merasa tidak kunjung ditemui pejabat maupun perwakilan Pertamina.
Selama sekitar satu jam, mahasiswa bergantian menyampaikan orasi dari depan pintu masuk kantor. Aparat kepolisian dan TNI turut mengawal jalannya aksi.
Situasi berubah ketika sejumlah mahasiswa mulai memanjat pagar kantor. Kericuhan pun sempat terjadi di area aksi.
Seorang mahasiswa yang berada di atas pagar bahkan mempertanyakan sikap pihak Pertamina yang dinilai tidak segera menemui massa.
"Kedatangan kami di sini sebagai bentuk keresahan masyarakat, kami sampaikan jika kalian takut keluar temui kami, saya yang masuk, Pak," teriak salah satu mahasiswa sambil berdiri di atas pagar.
Mahasiswa juga menyampaikan kritik terhadap pengelolaan distribusi energi yang mereka nilai belum mampu menjawab keluhan masyarakat.
Artikel Terkait
Hyundai Ioniq 6 Terbakar di Simpang Tomang Jakbar, Tabrak Separator Busway hingga Picu Kemacetan
Viral Wanita Penghisap Kamper di KRL Manggarai-Bogor, KAI Ungkap Pernah Ditindak di Stasiun Tambun
Ponpes Ash-Asholihah Buka Suara soal Dugaan Pemerkosaan Santriwati di Sleman, GN Disebut Bukan Pengasuh
Tingkatkan Kesiapan dan Profesionalisme Personel, Polres Tasikmalaya Kota Gelar Ujian Bela Diri Polri Berkala