BANJARMASIN, Mediapriangan.com - Penanganan terhadap 69 korban selamat KM Virgo Transport 8 berlanjut setelah seluruhnya tiba di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Senin, 14 September 2026.
Para korban selamat KM Virgo dibawa menuju Banjarmasin menggunakan kapal MV Haida yang turut membantu proses evakuasi dari perairan Laut Jawa. Kapal tersebut sandar di Pelabuhan Trisakti sekitar pukul 18.00 WITA.
Setibanya di pelabuhan, korban selamat KM Virgo langsung dipindahkan ke ruang induk terminal yang sementara difungsikan sebagai tempat pemeriksaan dan penanganan medis.
Baca Juga: Kapal Virgo Transport 8 Hilang Kontak di Laut Jawa, 103 Orang Dievakuasi, Pencarian SAR Berlanjut
Tim gabungan kemudian melakukan pemilahan berdasarkan tingkat kegawatan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan korban yang membutuhkan pertolongan paling cepat dapat segera memperoleh penanganan.
Petugas PMI Banjarmasin, Alfi, mengatakan korban dibagi ke dalam tiga kategori berdasarkan kondisi medis masing-masing.
"Penanganan korban kami bagi menjadi tiga zona, yaitu zona hijau untuk korban dengan luka ringan," kata Alfi dalam keterangannya di Banjarmasin, pada Senin, 14 September 2026.
"Zona kuning untuk korban luka sedang, dan zona merah untuk korban yang mengalami luka berat," sambungnya.
Baca Juga: Nescafe Cafe Hadir di Yogyakarta, Gerai Kontainer Jadi Pilihan Ngopi Kekinian yang Ramah di Kantong
Korban Alami Trauma dan Sesak Napas
Kondisi korban selamat KM Virgo diperiksa oleh tim medis yang berasal dari PMI, Dinas Kesehatan, serta unsur SAR. Pemeriksaan dilakukan menggunakan tempat tidur lipat atau velbed di area terminal.
Petugas memantau sejumlah indikator kesehatan, mulai dari tekanan darah, detak jantung hingga tanda-tanda vital lainnya.
Dari pemeriksaan awal, beberapa korban dilaporkan mengalami trauma berat. Ada pula penumpang yang mengalami sesak napas hingga penurunan kesadaran.
Korban dengan kondisi tersebut mendapatkan penanganan lebih intensif. Tindakan medis yang diberikan meliputi bantuan oksigen, pemasangan penyangga leher atau neck collar, serta pemberian infus sesuai kebutuhan.
Artikel Terkait
3 Oseng Mercon di Yogyakarta yang Layak Masuk Daftar Wisata Kuliner, Sajian Pedas Legendaris yang Masih Dicari
LSM PADI Gelar Jambore dan Pelatihan Kepemimpinan di Ciamis, Perkuat Solidaritas dan Kapasitas Pengurus
Kebakaran Gunung Bromo Meluas ke Jemplang, Pengunjung Bromo Hillside Panik Saat Api Mendekat
Rating Bank BJB Turun Jadi idAA-, NPL Naik dan PEFINDO Soroti Tekanan Kualitas Aset
Rating Bank BJB Turun, NPL Tembus 3,3 Persen dan Pencadangan Makin Tertekan
Rating Bank BJB Turun, Saham Daerah 75,55 Persen dan NPL Naik Jadi 3,3 Persen