GARUT, Mediapriangan.com - Harga domba Garut unggulan dapat mencapai ratusan juta rupiah. Nilai tersebut menjadi salah satu gambaran besarnya potensi ekonomi dari pemeliharaan domba yang tidak hanya ditujukan untuk produksi daging.
Potensi itu kembali terlihat dalam Grand Final Seni Ketangkasan Domba Garut (SKDG) Liga Garut dan Kontes Ternak Tahun 2026 di Pamidangan Lembah Gunung Guntur Anugrah, Jalan Ibrahim Adjie, Kecamatan Tarogong Kaler, Sabtu, 12 September 2026.
Bupati Garut Abdusy Syakur Amin yang hadir dalam kegiatan tersebut menyebut perawatan domba secara baik dapat meningkatkan nilai jual sekaligus memberi dampak terhadap perekonomian masyarakat.
Baca Juga: Bupati Garut Soroti Pertumbuhan Ekonomi 5,9 Persen, Pembangunan Garut Diminta Terus Diperkuat
"Karena domba kalau dijual hanya dagingnya saja, itu harganya gak akan mahal. Tapi kalau domba yang dipelihara dengan baik, dengan kasih sayang, dengan cinta, insha Allah harganya akan jadi bagus. Ini akan membantu pertumbuhan ekonomi masyarakat Kabupaten Garut," ucap Bupati Garut.
Menurut Syakur, domba Garut memiliki nilai lebih ketika dipelihara dan dirawat dengan serius. Karena itu, pemerintah daerah memberikan dukungan terhadap pelestarian budaya sekaligus pengembangan potensi peternakan tersebut.
Grand Final SKDG 2026 juga menjadi ruang pertemuan para penggemar dan peternak domba dari berbagai daerah di Jawa Barat. Kegiatan tersebut tidak hanya berkaitan dengan ketangkasan, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antarpeternak.
"Yang kedua juga ini adalah aja silaturrahmi, tadi saya dengar ini kegiatannya bersekup Provinsi Jawa Barat, ini silaturahmi antara orang-orang yang memiliki kecintaan yang sama terhadap domba. Domba ini adalah makhluk yang unik ya, yang tadi kuat kelihatannya, tanduknya besar seperti kita semua ingin mencari menunjukkan kekuatan kita," katanya.
Pemkab Garut Dorong SKDG Lebih Dikenal
Pemerintah Kabupaten Garut berencana mendorong kegiatan serupa agar memiliki jangkauan yang lebih luas. Upaya tersebut akan dilakukan dengan menggandeng Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia serta melibatkan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.
Bagi pemerintah daerah, keberadaan budaya Domba Garut tidak hanya berkaitan dengan tradisi masyarakat. Kekhasan tersebut juga dinilai memiliki peluang untuk mendukung kesejahteraan peternak sekaligus memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi lokal.
Dalam Grand Final SKDG 2026, rangkaian liga telah mencapai putaran terakhir setelah sebelumnya berlangsung dalam sembilan putaran yang digelar di delapan pamidangan berbeda.
Sekjen Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (HPDKI) Garut, Asep Rahwanto, menyebut jumlah peserta yang mengikuti seni ketangkasan tahun ini mencapai 461 ekor domba.
Artikel Terkait
Korban Apresiasi Respons Polres Garut, Kasus Dugaan Penggelapan Dana Pajak Berakhir Damai
Celebration Bobotoh for Humanity 2026 di Garut Angkat UMKM dan Ubah Citra Suporter Sepak Bola
Dinsos Garut Rehabilitasi Rumah Ibu Minawati, Pilar Sosial Bergerak Gotong Royong di Cilawu
Tasyakur Nelayan Santolo 2026 Meriah, Tradisi Ngarumat Sagara Ngamumule Budaya Basisir Perkuat Wisata Garut
Kasus Dugaan Pencabulan Anak Tiri di Garut Viral, Ibu Minta Dedi Mulyadi Bantu Usut Laporan ke Polisi
Kasus Ganjal ATM Asia Plaza Tasikmalaya Terungkap, 3 Pelaku Lintas Provinsi Ditangkap hingga Garut